- PTFI
Freeport dan Kementerian LH Tanam 1,5 Juta Mangrove di Nusa Tenggara Barat, Ketahanan Ekosistem Pesisir Diperkuat
Lokasinya tersebar pada delapan provinsi yakni NTB, Bali, Kaltim, Kalsel, Bangka-Belitung, Riau Sumbar, Sumut. Ribuan masyarakat terlibat aktif dalam program penanaman mangrove ini.
“Kemudian untuk Papua khususnya di Kabupaten Mimika, PTFI telah menanam sekitar 5,5 juta bibit mangrove di area seluas lebih dari 2.184 hektare di Papua," kata Tony.
Tony menambahkan penanaman 1,5 juta bibit mangrove di NTB melibatkan sekitar 1.500 masyarakat lokal dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Selain mendukung keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir, keterlibatan tersebut menjadi sarana untuk
meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian mangrove serta pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Salah satu anggota Komunitas Mangrove Sumbawa, Muhammad Tisnaini mengapresiasi program penanaman mangrove yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
"Kami telah membina lima kelompok masyarakat yang kini mampu memproduksi bibit hingga melakukan penanaman secara mandiri. Keberadaan mangrove juga membantu nelayan karena menjadi habitat berbagai jenis ikan, sehingga mereka tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan," kata Tisnaini.
Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, ikut menjaga dan merawat mangrove agar manfaatnya terus dirasakan oleh generasi mendatang.
Kegiatan penanaman mangrove di Labuhan Alas menjadi simbol keberlanjutan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove sebagai pelindung alami pesisir, habitat keanekaragaman hayati, sekaligus penyerap karbon yang berperan penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“PTFI berharap kolaborasi ini dapat terus memperkuat upaya rehabilitasi ekosistem pesisir serta menciptakan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Tony. (rpi)