news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Rupiah.
Sumber :
  • ANTARA

Rupiah Melemah ke Rp18.104 per Dolar AS Meski Pasar Respons Positif Proyeksi IMF dan ADB soal Pertumbuhan Ekonomi RI 2026

Rupiah melemah ke Rp18.104 per dolar AS meskipun pasar merespons positif proyeksi IMF dan ADB soal pertumbuhan ekonomi RI.
Senin, 13 Juli 2026 - 09:41 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah melemah ke Rp18.104 per dolar Amerika Serikat (AS) meskipun pasar merespons positif proyeksi International Monetary Fund (IMF) dan ADB soal pertumbuhan ekonomi RI.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 13 Juli 2026. 

Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp18.069 per dolar AS pada Jumat, 10 Juli 2026. 

Posisi rupiah menguat 21 poin dari kurs sebelumnya di level Rp18.090 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.

Perdagangan di pasar spot pada Senin, 13 Juli 2026 hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp18.104 per dolar AS. 

Posisi rupiah melemah 39 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp18.065 per dolar AS.

Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespon positif mengenai pernyataan IMF yang mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,0 persen pada 2026.

Proyeksi ini berada di atas rata-rata pertumbuhan kelompok negara berkembang di kawasan Asia yang diproyeksikan tumbuh melambat di level 4,8 persen pada 2026. 

IMF juga memproyeksikan bahwa PDB Indonesia akan tumbuh mencapai 5,1 persen pada 2027. 

Selain itu, Asian Development Bank proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di level 5,2 persen pada 2026 dan 2027 dan tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan laporan ADB pada April 2026 lalu.

Akan tetapi, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen pada tahun ini masih berada di bawah target pemerintah. 

Dalam APBN 2026, pemerintah dan DPR menetapkan target pertumbuhan mencapai 5,4 persen.

Di sisi lain, kenaikan penjualan mobil nasional sepanjang semester I-2026 dinilai belum bisa dijadikan bukti daya beli masyarakat telah pulih sepenuhnya. 

Meski penjualan kendaraan menunjukkan tren positif, pemulihan konsumsi rumah tangga dinilai masih berlangsung secara bertahap.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales atau distribusi dari pabrikan ke dealer mencapai 77.550 unit pada Juni 2026—meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut melanjutkan pertumbuhan 14 persen pada Mei 2026 sekaligus menjadi bulan ketiga berturut-turut penjualan mobil mencatatkan pertumbuhan secara tahunan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:04
01:06
09:51
01:53
08:03
09:58

Viral