- Unsplash
Simak Empat Metode Budgeting untuk Pekerja Gaji UMR agar Lebih Mudah Menabung
Jakarta, tvOnenews.com - Bagi banyak pekerja, bertahan hidup dengan gaji setara Upah Minimum Regional (UMR) sering kali terasa seperti tantangan besar, di mana penghasilan seolah menguap begitu saja setiap bulannya.
Namun, perlu disadari bahwa kendala utamanya sering kali bukan terletak pada angka nominal gaji tersebut, melainkan pada absennya sistem manajemen keuangan yang rapi.
Untuk mengatasi hal ini, penggunaan metode budgeting atau pengalokasian dana yang terencana sangatlah krusial.
Dengan membagi penghasilan ke dalam pos-pos kebutuhan yang jelas, pemilik gaji UMR tetap bisa menyisihkan dana untuk masa depan.
Kunci utama dari setiap metode adalah memisahkan dana ke pos-pos berbeda segera setelah gaji masuk.
Dengan begitu, dana untuk tabungan, kebutuhan, dan keinginan dapat dikelola secara terpisah sejak awal. Berikut ulasannya:
1. Metode 50/30/20 ala Elizabeth Warren
Konsep dasar metode 50/30/20 adalah membagi gaji menjadi tiga bagian, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi. Metode ini cukup fleksibel dan bisa dimodifikasi sesuai kondisi.
Misalnya, jika kebutuhan pokok sudah mencapai 60 hingga 65 persen dari gaji, maka pos keinginan perlu dipangkas menjadi 15 hingga 20 persen.
Langkah ini mencegah dana tabungan digunakan untuk pengeluaran lain yang tidak direncanakan. Kunci dari menjalankan metode ini adalah langsung memisahkan 20 persen dana tabungan begitu gaji masuk, bukan menunggu sisa uang di akhir bulan.
Sebab, sisa uang biasanya tidak tersisa jika tidak dialokasikan sedari awal awal.
2. Metode 70/20/10 untuk Gaji yang Sangat Mepet
Metode 70/20/10 lebih menekankan kebutuhan utama dengan porsi yang lebih besar, sehingga lebih cocok bagi pekerja dengan penghasilan terbatas atau beban pengeluaran tinggi.
Pembagiannya adalah 70 persen untuk kebutuhan pokok yang sulit dihindari, 20 persen untuk tabungan dan cicilan, serta 10 persen untuk keinginan atau hiburan ringan.
Pendekatan ini lebih realistis untuk pekerja gaji UMR di kota besar, di mana biaya sewa dan transportasi saja sudah memakan porsi besar dari penghasilan bulanan.
Hal ini karena porsi kebutuhan yang lebih besar, sehingga metode ini memberikan ruang bagi pengeluaran wajib tanpa mengabaikan tabungan sama sekali.