- Pertamina
Pacu Ekonomi Pesisir, Pertamina Patra Niaga Dampingi Pengembangan Usaha Hasil Laut di Batam
Jakarta, tvOnenews.com – Pertamina Patra Niaga memperkuat pendampingan untuk pengembangan dan pengolahan hasil laut di Kampung Tua Terih, Batam.
Upaya itu dilakukan guna memacu peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat pesisir melalui Program Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena mampu mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” kata Sabar.
Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Sukses Bersama.
Kelompok-kelompok tersebut mengembangkan budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu, budidaya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.
Program ini turut meningkatkan pendapatan kelompok nelayan dan UMKM perempuan dari Rp27,56 juta menjadi Rp68,45 juta, atau rata-rata sekitar 40% per anggota.
Dalam kunjungan di Kampung Tua Terih, manajemen Pertamina Patra Niaga menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari. Rombongan juga melihat produk olahan hasil perikanan, kegiatan aquaponik, serta berbagai inovasi yang dikembangkan kelompok masyarakat.
Ketua Poklahsar Sukses Bersama, Dian, mengatakan pendampingan yang diberikan membuat para anggota semakin percaya diri mengembangkan usahanya.
Bagi para perempuan di kelompok tersebut, kegiatan ini memberikan akses untuk terus berkarya sekaligus membantu menambah penghasilan keluarga.
“Dulu kami hanya UMKM kecil. Setelah mendapat pendampingan, kami dibekali pengetahuan tentang produksi yang higienis, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran digital. Dari awalnya hanya satu atau dua produk, sekarang kami memiliki enam produk unggulan. Pendapatan anggota kelompok juga bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ungkap Dian.