- Pertamina
Pacu Ekonomi Pesisir, Pertamina Patra Niaga Dampingi Pengembangan Usaha Hasil Laut di Batam
Dari kulit hingga tulang ikan, kelompok mengolahnya menjadi enam produk unggulan, yakni keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan.
Kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Beragam produk tersebut kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Seno, mengatakan pembinaan dari Pertamina Patra Niaga membantu kelompok nelayan mengembangkan budidaya ikan dalam skala yang lebih besar.
Melalui inovasi Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita), masa pemeliharaan ikan juga berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari sehingga panen dapat dilakukan lebih cepat dan perputaran modal menjadi dua kali lebih cepat.
“Dengan adanya pembinaan, kami dapat membudidayakan ikan hingga ratusan bahkan ribuan ekor. Saat panen, pembeli datang langsung ke kampung dan ikut membeli hasil tangkapan masyarakat lainnya. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan kelompok, tetapi juga warga Kampung Teri. Kami berharap Pertamina Patra Niaga terus membimbing para nelayan agar kampung ini semakin berkembang,” ujar Seno.
Pada keterangan terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa Kampung Bahari Si Pelaut merupakan salah satu contoh program pemberdayaan yang dikembangkan perusahaan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki setiap daerah.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang berangkat dari potensi lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan. Kami harap pendampingan yang dilakukan dapat menciptakan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tutur Kitty.
Program Kampung Bahari Si Pelaut telah mengelola 35,24 ton sampah per tahun, mengurangi emisi sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun, serta merehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat. (ant/rpi)