- Istimewa
Transformasi Layanan Digital: Kelola Pajak, Dokumen, hingga Pendanaan dalam Satu Wadah
Jakarta, tvOnenews.com - Setelah sepuluh tahun fokus menyederhanakan administrasi perpajakan digital, perusahaan pengembang solusi bisnis, OnlinePajak kini bertransformasi dengan memperkenalkan identitas ekosistem baru yang lebih komprehensif.
Ekosistem ini mengintegrasikan berbagai layanan mulai dari pengelolaan pajak, manajemen transaksi, solusi dokumen digital, hingga akses pendanaan dan intelijen bisnis.
Dalam langkah transformasi ini, perusahaan memberikan akses gratis kepada pelaku usaha hingga 50.000 transaksi per bulan.
Layanan ini mencakup pelaporan SPT, pembuatan invoice, e-Faktur, hingga akses pengajuan pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Indonesia.
Chief Executive Officer Achilles, Charles Guinot menjelaskan bahwa perubahan ini adalah respons atas dinamika kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
"Selama lebih dari satu dekade, masyarakat mengenal kami melalui OnlinePajak. Dalam perjalanan itu, kami belajar bahwa kebutuhan bisnis terus berkembang dan tidak berhenti pada kepatuhan perpajakan. Bisnis membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kepatuhan, transaksi, pendanaan, hingga business intelligence dalam satu pengalaman yang terintegrasi. Itulah yang melatarbelakangi hadirnya Achilles sebagai rumah bagi seluruh solusi yang kami bangun," kata Charles dalam keterangannya, dikutip Senin (10/8).
Charles menekankan bahwa teknologi ini dirancang agar dapat diakses oleh semua skala bisnis dengan tujuan memperkuat rantai ekonomi nasional.
"Ketika kepatuhan menjadi lebih sederhana, transaksi berlangsung lebih efisien, akses pendanaan semakin terbuka, dan setiap keputusan didukung oleh data yang andal, maka bisnis dapat lebih fokus berinovasi dan berkembang. Karena itu, kami menghadirkan Achilles secara gratis hingga 50.000 transaksi per bulan agar lebih banyak bisnis Indonesia dapat memanfaatkan teknologi untuk bertumbuh. Melalui Achilles, kami ingin membangun ekosistem yang membantu Indonesia keluar dari middle-income trap dengan memperkuat kepercayaan di seluruh rantai ekonomi," ujarnya.
Saat ini, sudah lebih dari 150.000 entitas bisnis menggunakan platform ini.
Layanan tersebut tetap menjamin keamanan data melalui standar ISO 27001 serta beroperasi di bawah regulasi ketat Bank Indonesia dan Direktorat Jenderal Pajak.
Ke depannya, ekosistem ini akan terus berinovasi untuk memangkas kerumitan operasional perusahaan di Indonesia. (dpi)