- ANTARA
IHSG Melejit 1,69 Persen Jelang Pengumuman MSCI, Saham Infrastruktur Paling Cuan
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (12/8/2026). Penguatan terjadi menjelang pengumuman hasil index review MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Berdasarkan pemantauan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau sejak pembukaan. Meski sempat mengalami fluktuasi, indeks terus menunjukkan penguatan hingga penutupan sesi pertama.
Memasuki perdagangan setelah jeda, penguatan IHSG semakin tinggi. Tren tersebut bertahan hingga perdagangan berakhir, bahkan indeks sempat melejit menjelang bel penutupan.
Mengutip laman RTI, IHSG ditutup di level 6.373,849. Indeks menguat 105,969 poin atau setara 1,69 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Saat pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 6.277,763. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.272,303 hingga 6.373,849.
452 Saham Menguat
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berlangsung cukup ramai. Volume perdagangan tercatat mencapai 34,414 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,378 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 452 saham tercatat menguat. Sementara itu, 175 saham mengalami pelemahan dan 168 saham lainnya bergerak stagnan.
Penguatan IHSG terjadi ketika investor tengah mencermati perkembangan pasar modal Indonesia, khususnya menjelang keputusan MSCI mengenai hasil index review Agustus 2026.
Sektor Infrastruktur Pimpin Penguatan
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau. Tercatat 10 dari 11 sektor mengalami penguatan pada perdagangan hari ini.
Sektor infrastruktur menjadi kelompok saham dengan penguatan paling tinggi, yakni mencapai 4,74 persen. Setelahnya, sektor energi menguat 3,35 persen dan sektor industri dasar naik 2,34 persen.
Sementara itu, sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang berakhir melemah. Sektor tersebut turun 0,16 persen hingga perdagangan ditutup.
Untuk jajaran saham dengan penguatan terbesar atau top gainers, terdapat DART, TMPO, CUAN, CSMI, dan DOOH.
Sebaliknya, saham yang masuk daftar pelemahan terbesar atau top losers yakni AGAR, IKBI, DWGL, TGUK, dan BLTZ.
Bursa Asia Bergerak Beragam
Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa saham regional Asia yang cenderung bervariasi pada perdagangan sore.
Indeks Nikkei Jepang tercatat menguat 553,84 poin atau 0,83 persen ke level 67.524,06. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong bergerak melemah 212,65 poin atau 0,83 persen ke posisi 25.440,17.
Indeks Shanghai juga tercatat menguat 12,59 poin atau 0,32 persen ke level 3.946,68. Di sisi lain, indeks Strait Times melemah 33,42 poin atau 0,58 persen ke posisi 5.720,75.
Pergerakan bursa regional tersebut menjadi salah satu konteks perdagangan yang diikuti investor ketika IHSG mencatat penguatan cukup signifikan pada Rabu.
Investor Tunggu Keputusan MSCI
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pengumuman hasil index review MSCI. MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil tinjauan indeks pada 12 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 waktu Central European Summer Time (CEST), atau Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.
Menjelang pengumuman tersebut, investor turut mencermati perkembangan reformasi pasar modal domestik. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah peluang pencabutan status pembekuan atau freeze saham Indonesia dalam Tinjauan Indeks MSCI Agustus 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi sebelumnya menyampaikan bahwa pencabutan status freeze dapat membuka peluang bagi lebih banyak saham Indonesia untuk memenuhi kriteria dan masuk sebagai konstituen indeks global.
Karena itu, keputusan MSCI pada Agustus 2026 menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan pelaku pasar. Hasil tinjauan tersebut terutama relevan bagi saham-saham Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan indeks MSCI.
Penguatan IHSG sebesar 1,69 persen pada perdagangan Rabu menjadi perhatian tersendiri karena terjadi hanya beberapa jam sebelum MSCI mengumumkan hasil index review. Investor kini menantikan keputusan tersebut untuk melihat arah perkembangan pasar saham Indonesia selanjutnya.