news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pertanian Indonesia..
Sumber :
  • Kementan

Joko Purnomo Buktikan Petani Bisa Sejahtera, Panen 9 Ton per Hektare hingga 3 Kali Setahun

Joko Purnomo membuktikan pertanian bisa sejahtera dengan teknologi. Produktivitasnya mencapai 9 ton per hektare dan panen tiga kali setahun.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:25 WIB
Reporter:
Editor :

“Kalau dulu panen satu hektare bisa empat hari, sekarang tinggal dua jam selesai,” ujarnya.

Produktivitas Capai 9 Ton per Hektare

Penggunaan teknologi dan pengelolaan lahan yang lebih baik turut berdampak terhadap produktivitas pertanian Joko.

Ia mampu mendorong hasil panen hingga sekitar 9 ton per hektare. Dalam setahun, Joko juga dapat melakukan panen hingga tiga kali.

Keberhasilan tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap hasil produksi. Efisiensi dalam proses bertani juga membantu petani mengelola waktu dan pekerjaan di lahan secara lebih efektif.

Perubahan tersebut kemudian turut dirasakan petani lain di lingkungan Poktan Sri Makmur.

Pupuk Bersubsidi Bantu Tekan Beban Petani

Selain penggunaan teknologi pertanian, Joko menilai dukungan pemerintah melalui pupuk bersubsidi turut membantu mengurangi beban modal petani.

Menurutnya, harga pupuk subsidi dan nonsubsidi memiliki perbedaan yang cukup besar. Kondisi tersebut sangat dirasakan petani, terutama mereka yang sebelumnya mengalami kesulitan menyediakan modal untuk membeli sarana produksi.

Joko menyebut harga pupuk nonsubsidi dapat mencapai sekitar Rp400 ribu per kilogram. Sementara itu, pupuk subsidi menurutnya berada di kisaran Rp90 ribu per kilogram.

“Itu betul-betul terasa sekali perbedaan pupuk subsidi dan non-subsidi,” ucapnya.

Suwandi Rasakan Perubahan Kehidupan Petani

Manfaat pupuk bersubsidi juga dirasakan Suwandi, anggota Poktan Sri Makmur. Ia masih mengingat kondisi ketika sebagian besar pekerjaan pertanian dilakukan secara manual dan akses terhadap pupuk menjadi persoalan bagi petani.

Suwandi mengatakan harga pupuk subsidi yang kini lebih terjangkau membuat petani lebih terbantu dalam menjalankan usaha tani.

“Dari pemerintahan pupuk sudah disubsidi. Harga pupuk subsidi pun sekarang turun. Walau dulu soal pupuk itu minta ampun sulitnya,” ceritanya.

Menurut Suwandi, kemajuan di sektor pertanian dan dukungan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau turut memberikan perubahan terhadap kesejahteraan petani.

Ia membandingkan kondisi kehidupan petani dahulu dengan saat ini. Jika sebelumnya hasil bertani hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, kini ia mengaku dapat menyisihkan hasil pertanian untuk ditabung.

“Kalau zaman dulu, istilahnya petani itu untuk makan cukup berdua sudah bersyukur. Kalau sekarang itu hasilnya melimpah, bisa punya tabungan,” ucapnya penuh haru.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:08
08:51
10:28
08:01
08:09
32:53

Viral