- TVR Parlemen
Prabowo Tegaskan Kekuatan Ekonomi Indonesia Ada di Desa, 30 Ribu Koperasi Ditargetkan Beroperasi
Koperasi juga telah memiliki sarana angkutan sendiri sehingga tidak bergantung kepada pihak ketiga untuk mendistribusikan hasil produksi maupun kebutuhan masyarakat.
Pemerintah menargetkan 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih beroperasi secara optimal pada akhir 2026.
"Koperasi adalah alat agar petani tidak berjalan sendiri, nelayan juga tidak berusaha sendiri, dan desa memiliki daya tawar dan daya tarik ekonomi," kata Prabowo dalam pidatonya.
Petani dan Nelayan Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Menurut Prabowo, kekuatan ekonomi desa juga terlihat dari sektor pertanian. Pemerintah telah mencatat capaian swasembada pada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir.
Delapan komoditas tersebut yakni:
- Beras
- Jagung
- Cabai besar
- Cabai rawit
- Gula konsumsi
- Daging ayam
- Telur ayam
- Bawang merah
Pemerintah masih mengupayakan swasembada bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau.
Dalam sektor pertanian, pemerintah juga telah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen setelah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk. Kebijakan tersebut turut disebut membantu menekan biaya produksi petani.
Prabowo memberikan contoh Joko Puro, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Setelah memperoleh dukungan air, teknologi, dan pupuk dari pemerintah, Joko mampu panen tiga kali dalam setahun dengan produktivitas hingga 9 ton padi per hektare.
Selain pertanian, pemerintah juga memperkuat sektor perikanan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Fasilitas tersebut dilengkapi pelabuhan, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial.
Hingga saat ini, 100 Kampung Nelayan telah dibangun. Pemerintah menargetkan 1.100 Kampung Nelayan berdiri dan berfungsi pada akhir 2026.
UMKM hingga Ojol Masuk Penguatan Ekonomi Rakyat
Prabowo juga menekankan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia berada pada UMKM. Karena itu, pemerintah turut melakukan intervensi terhadap pembagian hasil antara pengemudi ojek online dan perusahaan aplikator.
Sebelumnya, pengemudi ojek online disebut menerima 80 persen dari penghasilannya karena 20 persen diberikan kepada aplikator. Setelah pemerintah melakukan intervensi, porsi yang diterima pengemudi meningkat menjadi 92 persen.
Prabowo mengatakan sejumlah pengemudi melaporkan pendapatan mereka meningkat signifikan, bahkan ada yang mencapai dua hingga tiga kali lipat.