news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • TVR Parlemen

Prabowo Tegaskan Kekuatan Ekonomi Indonesia Ada di Desa, 30 Ribu Koperasi Ditargetkan Beroperasi

Presiden Prabowo menegaskan kekuatan ekonomi Indonesia ada di desa, dengan koperasi, UMKM, pertanian, nelayan, dan infrastruktur sebagai penggerak.
Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:36 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya berada di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi justru bertumpu pada desa. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut petani, nelayan, pedagang, perajin, perempuan kepala keluarga, hingga anak muda yang membangun usaha di kampung halaman sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.

Menurut Prabowo, pembangunan ekonomi di desa harus didukung dengan konektivitas, akses air bersih, penguatan koperasi, serta berbagai kebijakan yang dapat meningkatkan daya tawar masyarakat.

Desa Jadi Titik Kekuatan Ekonomi Indonesia

Prabowo mengatakan pemerintah terus berupaya membangun konektivitas antarwilayah agar aktivitas ekonomi masyarakat desa semakin mudah. Salah satunya dilakukan melalui pembangunan jembatan desa.

Pada 2026, pemerintah telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa yang dibangun oleh TNI dan sekitar 800 jembatan yang dibangun oleh Kepolisian RI.

Pemerintah menargetkan total 5.000 jembatan desa dapat diselesaikan hingga akhir 2026.

Pembangunan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak lagi menghadapi hambatan besar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Anak-anak tidak harus mempertaruhkan keselamatan ketika menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah, sementara petani dan masyarakat desa dapat lebih mudah membawa hasil produksinya menuju pasar.

Selain jembatan, pemerintah juga membangun titik-titik air bersih di desa. Dalam delapan bulan pertama 2026, sebanyak 3.000 titik air desa telah dibangun oleh TNI.

30 Ribu Koperasi Desa Ditargetkan Beroperasi Optimal

Salah satu kebijakan utama untuk memperkuat ekonomi desa adalah pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Prabowo menyebut koperasi tersebut diposisikan sebagai pusat ekonomi rakyat di desa.

Hingga saat ini, sebanyak 10.000 koperasi telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, 3.300 koperasi disebut sudah beroperasi secara optimal, sementara sisanya masih berada dalam masa penyesuaian.

Prabowo menjelaskan, koperasi yang beroperasi optimal berarti seluruh sarana telah tersedia dan kegiatan usahanya berjalan. Stok barang juga dapat dipantau melalui sistem digital terpusat.

Selain itu, koperasi mulai menjalankan fungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi masyarakat setempat, termasuk hasil pertanian dan perikanan.

Koperasi juga telah memiliki sarana angkutan sendiri sehingga tidak bergantung kepada pihak ketiga untuk mendistribusikan hasil produksi maupun kebutuhan masyarakat.

Pemerintah menargetkan 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih beroperasi secara optimal pada akhir 2026.

"Koperasi adalah alat agar petani tidak berjalan sendiri, nelayan juga tidak berusaha sendiri, dan desa memiliki daya tawar dan daya tarik ekonomi," kata Prabowo dalam pidatonya.

Petani dan Nelayan Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Menurut Prabowo, kekuatan ekonomi desa juga terlihat dari sektor pertanian. Pemerintah telah mencatat capaian swasembada pada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir.

Delapan komoditas tersebut yakni:

  • Beras
  • Jagung
  • Cabai besar
  • Cabai rawit
  • Gula konsumsi
  • Daging ayam
  • Telur ayam
  • Bawang merah

Pemerintah masih mengupayakan swasembada bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau.

Dalam sektor pertanian, pemerintah juga telah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen setelah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk. Kebijakan tersebut turut disebut membantu menekan biaya produksi petani.

Prabowo memberikan contoh Joko Puro, Ketua Kelompok Tani Sri Makmur dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Setelah memperoleh dukungan air, teknologi, dan pupuk dari pemerintah, Joko mampu panen tiga kali dalam setahun dengan produktivitas hingga 9 ton padi per hektare.

Selain pertanian, pemerintah juga memperkuat sektor perikanan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Fasilitas tersebut dilengkapi pelabuhan, tempat pelelangan ikan, ruang penyimpanan dingin, bengkel, pengolahan hasil laut, perumahan, dan fasilitas sosial.

Hingga saat ini, 100 Kampung Nelayan telah dibangun. Pemerintah menargetkan 1.100 Kampung Nelayan berdiri dan berfungsi pada akhir 2026.

UMKM hingga Ojol Masuk Penguatan Ekonomi Rakyat

Prabowo juga menekankan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia berada pada UMKM. Karena itu, pemerintah turut melakukan intervensi terhadap pembagian hasil antara pengemudi ojek online dan perusahaan aplikator.

Sebelumnya, pengemudi ojek online disebut menerima 80 persen dari penghasilannya karena 20 persen diberikan kepada aplikator. Setelah pemerintah melakukan intervensi, porsi yang diterima pengemudi meningkat menjadi 92 persen.

Prabowo mengatakan sejumlah pengemudi melaporkan pendapatan mereka meningkat signifikan, bahkan ada yang mencapai dua hingga tiga kali lipat.

Penguatan ekonomi rakyat juga dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membeli hasil produksi petani, peternak, nelayan, dan UMKM di desa maupun di sekitar dapur pelayanan.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi dari program tersebut diharapkan ikut menggerakkan produksi masyarakat setempat.

Internet Jadi Infrastruktur Ekonomi Desa

Selain pembangunan fisik, Prabowo menyebut konektivitas digital menjadi bagian penting dari pemerataan ekonomi.

Jaringan 4G telah menjangkau 98,94 persen masyarakat Indonesia. Sementara jaringan serat optik telah mencapai seluruh 38 provinsi, 502 dari 514 kabupaten dan kota, 5.319 kecamatan, serta 43.233 desa dan kelurahan.

Satelit SATRIA-1 juga telah melayani 31.803 lokasi pelayanan publik hingga awal Juli 2026.

Prabowo menilai jaringan digital dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat desa. Internet dapat digunakan anak-anak desa untuk memperoleh pembelajaran, membantu puskesmas meningkatkan pelayanan, serta membuka peluang usaha kecil menemukan pasar.

Dalam konteks tersebut, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga akses terhadap teknologi dan pasar.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin kekayaan dan potensi ekonomi Indonesia hanya dinikmati oleh segelintir pihak. Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional harus mampu dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang berada di desa dan membangun kehidupan dari kampung halaman.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:44
09:08
08:51
10:28
08:01
08:09

Viral