- Julio Trisaputra-tvOne
Emas Dunia Dibayangi Geopolitik, Pengamat Prediksi Bisa Tembus US$4.572 per Troy Ounce
Kondisi tersebut dinilai semakin penting bagi pasar emas domestik. Selain pergerakan harga emas dunia, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dapat memberikan dorongan tambahan terhadap harga logam mulia di dalam negeri.
Di tengah ketidakpastian global, permintaan emas dari bank sentral juga menjadi penopang penting. Ibrahim mencatat pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 1.269 ton pada kuartal kedua atau semester pertama dengan akumulasi paruh pertama mencapai 2.520 ton.
Nilai akumulasi tersebut bahkan mencapai US$380 miliar dan mencetak rekor. Tren ini menunjukkan adanya perubahan strategi pengelolaan cadangan devisa oleh bank sentral di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Permintaan Bank Sentral global di kuartal kedua, di semester pertama itu dengan total 1.269 ton. Dengan akumulasi paruh pertama itu sebesar 2.520 ton dan mencetak rekor dengan nilai US$380 miliar,” kata Ibrahim.
Menurutnya, volatilitas geopolitik justru membuka ruang bagi bank sentral untuk meningkatkan kepemilikan emas. Ketika harga emas mengalami koreksi di tengah gejolak, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi.
“Ini artinya bahwa pada saat gonjang-ganjing geopolitik harga emas dunia sempat mengalami pelemahan, ini dijadikan sebagai acuan bagi Bank Sentral global untuk mengganti asetnya dari dolar ke emas sebagai lindung nilai,” ujarnya.
Peralihan aset tersebut memperkuat posisi emas sebagai instrumen diversifikasi cadangan. Dengan meningkatnya pembelian bank sentral dan potensi eskalasi geopolitik, emas dinilai masih memiliki daya tarik sebagai aset pelindung nilai.
“Ini yang membuat bahwa harga emas dunia itu masih bisa dijadikan sebagai safe haven atau lindung nilai,” pungkas Ibrahim. (agr/nsi)