- Istimewa
Bayan Resources Bantah Isu Haji Isam Bakal Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN
JARR Berpotensi Menguat hingga Rp3.200
Hendra menyoroti pergerakan saham JARR dengan area teknikal penting di level Rp2.700. Menurutnya, saham tersebut berpotensi melanjutkan penguatan menuju Rp3.000-Rp3.200 apabila mampu menembus level tersebut dan didukung volume transaksi yang kuat.
Sebaliknya, apabila momentum penguatan melemah, saham JARR berpotensi turun menuju area penyangga Rp2.300-Rp2.400.
Pergerakan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan investor ketika mencermati saham-saham yang dikaitkan dengan ekosistem bisnis Haji Isam.
PGUN, TEBE, dan FAST Punya Level Teknis Penting
Selain JARR, Hendra juga memberikan perhatian terhadap sejumlah saham lainnya yang ikut menjadi sorotan di tengah rumor mengenai BYAN.
Pada saham PGUN, target momentum terdekat berada di kisaran Rp9.500-Rp10.000. Sementara itu, area penyangga apabila terjadi koreksi harga berada di level Rp8.500-Rp8.800.
Untuk saham TEBE, level Rp1.800 menjadi batas atas penting yang perlu diperhatikan. Jika mampu ditembus dengan dukungan volume perdagangan tinggi, saham tersebut berpotensi bergerak menuju kisaran Rp2.000-Rp2.200.
Sementara itu, saham FAST menghadapi area resistance penting di level Rp580. Jika berhasil melewati level tersebut, saham FAST berpotensi bergerak menuju kisaran Rp650-Rp700.
Namun, apabila level resistance tersebut gagal ditembus, saham FAST berisiko memasuki fase konsolidasi dan menghadapi aksi ambil untung.
Pergerakan saham-saham tersebut menjadi perhatian pasar bersamaan dengan rumor akuisisi BYAN. Meski demikian, manajemen Bayan Resources secara tegas menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham BYAN sebagaimana informasi yang beredar.