- istimewa
Warga Desil 10 Bersiap! Purbaya Ungkap Rencana Batasi Pembelian Pertalite
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap rencana pemerintah membatasi pembelian Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10. Kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan tidak langsung menyasar seluruh kelompok.
Purbaya menyebut pemerintah akan lebih dulu menerapkan pembatasan kepada masyarakat yang masuk kelompok desil 10. Kebijakan itu ditargetkan mulai dijalankan dalam beberapa bulan ke depan.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) lebih tepat sasaran. Pemerintah juga memperkirakan pembatasan pembelian Pertalite dapat memberikan penghematan terhadap anggaran subsidi BBM.
Desil 10 Jadi Sasaran Awal
Purbaya mengatakan pemerintah tidak akan langsung memperketat pembelian Pertalite bagi seluruh masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan 10.
Menurut dia, tahap awal akan dilakukan dengan membatasi pembelian Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 10. Pelaksanaannya diperkirakan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.
"Nggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang Desil 10, kita batasin dulu," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Purbaya sebelumnya juga sempat menyampaikan bahwa kebijakan pembatasan pembelian Pertalite tersebut ditargetkan dapat diterapkan sebelum pergantian tahun.
Dengan demikian, masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 10 menjadi sasaran awal dari rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut.
Pemerintah Hitung Potensi Penghematan Subsidi BBM
Selain bertujuan membuat penyaluran subsidi lebih tepat sasaran, pembatasan pembelian Pertalite juga dinilai berpotensi mengurangi beban anggaran pemerintah.
Purbaya mengatakan pemerintah masih menghitung besaran penghematan yang dapat diperoleh dari penerapan kebijakan tersebut. Namun, ia memperkirakan penghematannya berada di kisaran sepersepuluh.
"Nanti ada penghematan, kita masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau nggak salah," ujar Purbaya.
Artinya, pemerintah masih melakukan penghitungan lebih lanjut mengenai dampak pembatasan pembelian Pertalite terhadap anggaran subsidi BBM.
Bahlil: Pembatasan Desil 9-10 Masih Dikaji
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan 10 masih dalam tahap kajian.
Bahlil mengatakan mekanisme pembelian Pertalite masih berjalan seperti biasa selama belum ada keputusan final dari hasil kajian pemerintah.
"Pembatasan Pertalite, sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Sekarang masih kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini," ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Saat ini, kendaraan bus dan truk masih mendapatkan kuota pembelian BBM hingga 200 liter per hari. Sementara itu, kendaraan biasa mendapatkan kuota pembelian hingga 50 liter per hari.
Desil 9-10 Dinilai Kelompok Mampu
Bahlil menjelaskan, rencana pembatasan pembelian Pertalite untuk masyarakat desil 9 dan 10 dilakukan dengan tujuan agar subsidi BBM dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan.
Menurut Bahlil, masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 9 dan 10 tergolong mampu. Karena itu, kelompok tersebut dinilai tidak seharusnya menjadi penerima BBM bersubsidi.
"Tapi gini loh, masih, kita kan kalau Desil 9, 10 itu kan seperti saya, seperti Pak Ketua Asosiasi. Masa kita mau pakai subsidi? Ya sudahlah, yang kaya-kaya,yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujar Bahlil.
Dengan rencana tersebut, pemerintah saat ini masih menyiapkan mekanisme pembatasan Pertalite. Tahap awal yang diungkap Purbaya akan menyasar masyarakat desil 10, sebelum kebijakan tersebut diterapkan lebih luas kepada kelompok desil 9 dan 10.