- Antara
Dunia Usaha Serukan Kondusivitas, Jaga Momentum Investasi dan Aktivitas Ekonomi
tvOnenews.com - Dinamika penyampaian aspirasi yang berlangsung di sejumlah wilayah menjadi perhatian kalangan dunia usaha. Di tengah situasi tersebut, pelaku usaha berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap aman dan kondusif agar aktivitas masyarakat, perdagangan, investasi, serta kegiatan ekonomi tetap berjalan normal.
Bagi dunia usaha, stabilitas menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi. Situasi yang kondusif memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan operasional, melakukan ekspansi, mengambil keputusan investasi hingga membuka lapangan kerja baru.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, mengatakan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Pada saat yang sama, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan dinamika tersebut berlangsung damai dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ruang demokrasi harus kita jaga, begitu juga stabilitas ekonomi. Yang sama pentingnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga suasana tetap damai dan kondusif. Stabilitas merupakan modal penting bagi masyarakat untuk bekerja dan bagi dunia usaha untuk terus bergerak,” ujar Anthony pada keterangannya (23/8).
Menurut Anthony, stabilitas memiliki nilai ekonomi yang sangat penting. Dunia usaha membutuhkan kepastian untuk mengambil keputusan jangka panjang, mulai dari menambah kapasitas produksi, melakukan ekspansi, menanamkan investasi hingga merekrut tenaga kerja. Sebaliknya, apabila ketidakpastian berlangsung berkepanjangan, pelaku usaha berpotensi mengambil sikap wait and see. Dampaknya bukan hanya terhadap investasi besar, tetapi dapat merambat langsung ke sektor riil.
“Kalau aktivitas ekonomi terganggu, dampaknya tidak berhenti pada perusahaan besar. Pedagang, UMKM, pekerja harian, restoran, ritel, transportasi, logistik dan berbagai usaha yang bergantung pada mobilitas masyarakat juga bisa merasakan dampaknya,” katanya.
Anthony menilai momentum ekonomi nasional yang telah dibangun perlu dijaga bersama. Karena itu, kondusivitas tidak semata-mata dilihat sebagai persoalan keamanan, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia.
“Dalam dunia usaha, kepercayaan sangat menentukan. Ketika ada kepastian, pengusaha lebih berani melakukan ekspansi, investasi dan merekrut pekerja. Jangan sampai dinamika yang sifatnya sementara berkembang menjadi persepsi ketidakpastian yang justru menahan keputusan bisnis,” ujarnya.
Anthony juga mendorong komunikasi dan dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, stabilitas yang berkelanjutan justru akan semakin kuat apabila aspirasi dapat disampaikan, didengar dan dikelola melalui ruang dialog yang baik.
“Demokrasi dan stabilitas ekonomi tidak perlu dipertentangkan. Pemerintah dapat mendengar aspirasi masyarakat, masyarakat memiliki ruang menyampaikan pandangan, sementara kegiatan ekonomi tetap berjalan. Kita harus mampu menjaga keduanya,” kata Anthony.
HIPMI berharap kegiatan perdagangan, distribusi barang, transportasi dan pusat-pusat ekonomi tetap berjalan normal sehingga dinamika yang terjadi tidak menimbulkan efek lanjutan terhadap masyarakat.
“Indonesia sedang membangun momentum untuk memperbesar investasi, memperkuat sektor riil dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Semua itu membutuhkan rasa aman dan kepercayaan terhadap masa depan ekonomi kita. Kita boleh memiliki pandangan yang berbeda, tetapi kepentingan besarnya sama: menjaga Indonesia tetap maju. Mari jaga ruang demokrasi, jaga kedamaian, dan pastikan roda ekonomi masyarakat tetap bergerak,” tutup Anthony.(chm)