- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Dukung MBG, Kadin Siapkan 4 Jurus Perkuat Pasokan Protein dari Hulu hingga Hilir
“Kita mengajukan 3 persen KUR Alsintan itu untuk klasternya dimasukkan. Karena ini akan melibatkan masyarakat, itu menjadi bagian daripada satu ekosistem supply chain,” ujar Cecep.
Pengembangan Sapi Perah Jadi Perhatian
Selain penguatan pembiayaan untuk klaster usaha, Kadin Indonesia mendorong percepatan pengembangan kawasan sapi perah di Indonesia.
Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Kadin berharap pemerintah memberikan sejumlah kemudahan, terutama dalam proses importasi dan akses pembiayaan.
Kadin mengusulkan agar pembiayaan dapat diberikan melalui skema kredit yang lebih lunak dengan jangka waktu yang lebih panjang.
Menurut Kadin, dukungan tersebut diperlukan untuk memperkuat pengembangan kawasan sapi perah sekaligus membangun ekosistem penyediaan protein yang berkelanjutan.
Pengembangan kawasan sapi perah menjadi salah satu bagian dari empat program utama Satgas Protein Kadin yang disampaikan kepada Kementerian Pertanian.
Kadin Dorong Kepastian Off-taker
Kadin Indonesia juga menilai keberadaan off-taker yang terjamin menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem protein yang berkelanjutan.
Kepastian off-taker dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok protein yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.
Dalam konteks pelaksanaan MBG, Kadin berharap Kementerian Pertanian dapat membuka ruang kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kadin melihat BGN memiliki posisi sebagai salah satu off-taker terbesar dalam ekosistem MBG sehingga kerja sama dengan lembaga tersebut dinilai dapat mendukung terbentuknya rantai pasok protein yang lebih terintegrasi.
“Kita ingin ada off-taker yang terjamin. Harapannya Kementan bisa membuka wacana untuk kolaborasi dengan BGN sebagai off-taker yang hari ini paling besar,” ujar Cecep.
Melalui empat program tersebut, Kadin Indonesia mendorong penguatan ekosistem protein dari hulu hingga hilir. Mulai dari hilirisasi produk pertanian dan peternakan, desentralisasi ayam petelur, pengembangan kawasan sapi perah, hingga digitalisasi sistem rantai pasok.
Penguatan ekosistem tersebut diarahkan untuk melibatkan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah sekaligus mendukung kebutuhan protein dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.