news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Harga minyak dunia turun.
Sumber :
  • ANTARA/Shutterstock/aa.

Harga Minyak Dunia Mendadak Tembus US$90, Serangan AS ke Iran Bikin Pasar Ketar-ketir

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% setelah AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz, dan Brent kembali tembus US$90.
Senin, 31 Agustus 2026 - 09:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Harga minyak mentah dunia langsung melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Senin (31/8/2026). Kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, kawasan Selat Hormuz.

Pergerakan harga minyak kembali menguat setelah serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur vital perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik US$2,22 atau 2,52% menjadi US$90,32 per barel pada pukul 22.02 GMT.

Kenaikan tersebut membuat harga Brent kembali berada di atas level US$90 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penguatan.

Harga WTI tercatat naik US$2,01 atau 2,41% ke level US$85,41 per barel.

Serangan AS Hantam Dua Peluncur Iran

Lonjakan harga minyak terjadi setelah militer AS melakukan serangan udara pada Senin dini hari terhadap dua peluncur milik Iran yang berada di Pulau Larak, Selat Hormuz.

Serangan tersebut dikonfirmasi oleh pejabat pertahanan AS. Aksi militer ini tercatat sebagai gempuran langsung pertama AS terhadap Iran sejak akhir Juli lalu.

Menurut keterangan pejabat AS, serangan dilakukan karena pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran diketahui sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut.

Persiapan tersebut dinilai dapat mengancam jalur vital di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur penting dalam perdagangan minyak dunia.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian pasar energi karena setiap gangguan terhadap keamanan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak mentah.

Iran Balas Serang Pasukan AS

Iran kemudian merespons serangan udara yang dilakukan AS tersebut dengan melancarkan serangan balasan.

Menurut laporan Fox News yang mengutip sumber internal AS, Iran menargetkan pasukan AS yang bermarkas di Yordania.

Namun, serangan balasan tersebut disebut nyaris tidak memberikan hasil signifikan. Berdasarkan unggahan di platform X, hampir seluruh rudal yang diluncurkan ke arah pangkalan AS berhasil dicegat.

Serangan tersebut pun dilaporkan tidak menimbulkan dampak berarti terhadap pangkalan AS yang menjadi sasaran.

Meski demikian, eskalasi antara AS dan Iran tetap menjadi perhatian pasar minyak. Perkembangan konflik di kawasan tersebut dapat memengaruhi sentimen pelaku pasar, terutama karena berkaitan langsung dengan keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Iran Ancam Balas Serangan AS

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan serangan awal AS di Pulau Larak menimbulkan korban jiwa dan korban luka.

Korban dalam serangan tersebut disebut melibatkan personel militer maupun warga sipil.

Garda Revolusi Iran kemudian mengeluarkan ancaman keras sebagai respons atas tindakan militer AS. Mereka menegaskan bahwa serangan terhadap wilayah dan personel Iran tersebut akan segera mendapatkan balasan.

Perkembangan tersebut membuat situasi di kawasan semakin memanas. Pasar minyak pun langsung merespons dengan kenaikan harga lebih dari 2% pada perdagangan Senin.

Brent bahkan kembali menembus level US$90 per barel, sementara WTI bergerak naik ke atas US$85 per barel.

Pergerakan harga minyak tersebut menunjukkan respons pasar terhadap meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, terutama setelah serangan langsung AS di Pulau Larak yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral