Selat Hormuz Tetap Tertutup bagi AS Selama Belum Penuhi Komitmen pada Iran
- ANTARA
Istanbul, tvOnenews.com - Amerika Serikat harus memenuhi seluruh komitmennya sesuai dengan nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak apabila ingin melewati Selat Hormuz dengan damai. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Iran akan menggunakan cara-cara diplomatik maupun militer untuk membuat AS memahami konsekuensi dari tindakannya, menurut kantor berita Iran IRNA.
"Saya tegaskan, selama AS belum memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman, termasuk mencabut blokade, membebaskan aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, menghentikan ancaman dan operasi militer di semua lini, serta melaksanakan ketentuan-ketentuan lain yang telah dijanjikan dalam nota kesepahaman tersebut, maka Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," kata Ghalibaf.
Ketua tim negosiasi Iran dalam pembicaraan dengan AS itu menambahkan Iran sedang mengupayakan kekuatan logika dan logika kekuatan baik melalui koordinasi diplomatik maupun militer.
Periode yang ditetapkan dalam nota kesepahaman tersebut, termasuk dengan pencabutan blokade AS dan gencatan senjata, telah membantu Iran meningkatkan ketahanan ekonominya dan membangun kembali kemampuan pertahanannya.
"Iran siap, sebanding dengan tindakan dan agresi musuh, untuk memberikan kekalahan lebih telak kepada mereka," tegas Ghalibaf.
Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu, lewat mediasi Pakistan dan Qatar, untuk mengakhiri permusuhan dan membuka periode 60 hari untuk negosiasi menuju kesepakatan akhir.
Namun, pembicaraan selanjutnya terhenti di tengah perselisihan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman serta pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz, yakni jalur penting bagi. (ant)
Load more