news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi nilai tukar rupiah menguat..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Rupiah Awali Pekan di Zona Merah, Tembus Rp17.750 per Dolar AS

Rupiah melemah pada awal perdagangan Senin ke Rp17.750 per dolar AS setelah dolar menguat akibat peluang kenaikan suku bunga The Fed.
Senin, 31 Agustus 2026 - 09:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Senin (31/8/2026). Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya sempat mencatat penguatan pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah dibuka melemah 57 poin atau 0,32 persen ke level Rp17.750 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp17.693 per dolar AS.

Sementara itu, merujuk data Refinitiv, rupiah pada pembukaan perdagangan Senin terdepresiasi 0,23 persen ke posisi Rp17.725 per dolar AS.

Pelemahan tersebut membalikkan pergerakan rupiah pada Jumat (28/8/2026). Saat itu, rupiah ditutup menguat 0,17 persen ke level Rp17.685 per dolar AS.

Pergerakan rupiah pada awal pekan tidak terlepas dari kondisi dolar AS yang sebelumnya menguat cukup tajam.

Dolar AS Masih Jadi Tekanan

Indeks dolar AS atau DXY yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau terkoreksi pada awal perdagangan Senin.

Pada pukul 09.00 WIB, DXY tercatat turun 0,08 persen ke posisi 99,624. Koreksi tersebut terjadi setelah DXY melonjak 0,55 persen pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.

Dolar AS juga tercatat menguat hampir 0,9 persen sepanjang pekan lalu. Penguatan tersebut menjadi kenaikan mingguan terbesar dalam 10 pekan.

DXY bahkan sempat menyentuh level 99,727, yang menjadi posisi tertinggi sejak 17 Agustus 2026.

Kekuatan dolar AS yang masih bertahan tersebut membuat ruang penguatan rupiah menjadi lebih terbatas pada awal pekan.

Tekanan terhadap rupiah juga berkaitan dengan pernyataan terbaru dari bank sentral AS mengenai arah kebijakan suku bunga.

Peluang Suku Bunga The Fed Naik

Dolar AS menguat tajam pada perdagangan sebelumnya setelah Ketua The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak kembali bergerak menuju target 2 persen.

Dalam pidato perdananya di simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026), Warsh mengatakan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila tekanan inflasi belum mereda.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kenaikan suku bunga mungkin kembali diperlukan untuk mengendalikan harga.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed pun langsung berubah. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed sedikitnya 25 basis poin pada pertemuan September meningkat menjadi 57,5 persen.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral