- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Bos-bos Keuangan Dipanggil DPR Hari Ini, Bahas Target Ekonomi 6% dan Investasi Rp1.200 Triliun
DPR juga berharap asumsi makro yang telah difinalisasi dapat terealisasi sesuai dengan target untuk menopang pertumbuhan ekonomi pada 2027.
Investasi Rp1.200 Triliun Jadi Perhatian
Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah investasi.
DPR menginginkan laju investasi dapat berjalan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Menurut Fauzi, semakin tinggi investasi maka peluang pertumbuhan ekonomi juga semakin besar.
“Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi semakin tinggi investasi, semakin tinggi juga pertumbuhan ekonomi. Ini harus ditemukan, antara pertumbuhan ekonomi yang 6% dan investasi yang Rp1.200 triliun di 2027,” ujar Fauzi.
Target investasi sebesar Rp1.200 triliun pada 2027 tersebut menjadi salah satu angka yang dibahas dalam kaitannya dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi 6%.
Dengan demikian, DPR ingin memastikan kebijakan investasi dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi dan tidak berjalan sendiri-sendiri dengan kebijakan ekonomi lainnya.
DPR Minta Semua Indikator Ekonomi On The Track
Fauzi menegaskan DPR berharap seluruh asumsi makro yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai jalur.
Tidak hanya investasi, DPR juga memberikan perhatian terhadap pendapatan negara, belanja negara, hingga nilai tukar.
“Kita ingin semuanya on the track. Baik itu investasi, baik itu pendapatan negara kita, maupun belanja negara kita. Yang akhirnya termasuk nilai tukar,” ujar Fauzi.
Koordinasi antara kementerian dan lembaga dinilai penting karena setiap kebijakan memiliki keterkaitan dengan pencapaian target ekonomi.
Dalam rapat yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI terpilih Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta COO BPI Danantara Donny Oskaria tersebut, DPR membahas berbagai aspek yang menjadi penopang perekonomian nasional.
Pembahasan mencakup pertumbuhan ekonomi, investasi, belanja negara, pendapatan negara, defisit APBN, hingga nilai tukar.
Seluruh komponen tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai dengan asumsi makro yang telah ditetapkan sehingga target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dapat diwujudkan.