news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono..
Sumber :
  • YouTube/BPS RI

Impor Mesin dan Elektronik Melonjak, Tembus 37,88 Persen dari Total Impor Nonmigas RI

Impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik, menyumbang 37,88 persen dari total impor nonmigas Indonesia.
Selasa, 1 September 2026 - 14:30 WIB
Reporter:
Editor :

Ketiganya menyumbang 52,69 persen dari total impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026.

“Berikutnya perkembangan impor non-migas menurut negara dan kawasan asal utama impor sepanjang Januari sampai dengan Juli tahun 2026. Ada tiga negara besar ya, tiga besar negara asal impor yaitu Tiongkok, Jepang, dan juga Australia dengan share atau andil ketiganya 52,69 persen dari total impor non-migas Indonesia,” kata Ateng.

Tiongkok menjadi sumber impor terbesar dengan nilai mencapai US$58,29 miliar. Impor dari negara tersebut terutama didominasi mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85), yang menyumbang 21,98 persen dan tumbuh 28,86 persen secara kumulatif.

“Untuk impor non-migas dari Tiongkok mencapai US$58,29 miliar terutama didominasi oleh impor mesin peralatan elektrik atau HS 85 dengan share-nya 21,98 persen dan tumbuh 28,86 persen secara c-to-c-nya,” ujarnya.

Sementara itu, impor nonmigas dari Jepang tercatat US$7,71 miliar. Impor dari Jepang terutama berupa mesin dan peralatan mekanik (HS 84), dengan share 27,38 persen. Namun, nilainya mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 15,39 persen secara kumulatif.

“Untuk impor non-migas dari Jepang tercatat US$7,71 miliar terutama didominasi impor mesin peralatan mekanik atau HS 84 dengan share-nya 27,38 persen dan turun, ini turun cukup besar yaitu turun 15,39 persen secara c-to-c-nya,” kata Ateng.

Sementara itu, impor nonmigas dari Australia mencapai US$6,47 miliar. Komoditas yang mendominasi impor dari negara tersebut adalah logam mulia dan perhiasan atau permata (HS 71), dengan share 23,15 persen.

Yang mencolok, nilai impor komoditas tersebut dari Australia melonjak 202,81 persen secara kumulatif.

“Untuk impor non-migas dari Australia tercatat US$6,47 miliar terutama didominasi oleh impor logam mulia dan perhiasan atau permata di HS 71 dengan share-nya 23,15 persen dan tumbuh cukup besar yaitu tumbuh 202,81 persen secara c-to-c-nya,” pungkas Ateng. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral