- Antara
Purbaya Sebut Modal Asing Rp140,6 Triliun Masuk RI, Kepercayaan Investor Global Masih Kuat
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kepercayaan investor global terhadap Indonesia masih terjaga. Hal itu tercermin dari derasnya aliran modal asing yang masuk ke Tanah Air hingga akhir Agustus 2026.
Purbaya mencatat capital inflow ke Indonesia telah mencapai Rp140,6 triliun hingga 28 Agustus 2026. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan sentimen positif investor terhadap pasar keuangan domestik masih berlanjut.
Purbaya menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
"Berlanjutnya sentimen positif di pasar keuangan domestik tercermin dari apresiasi nilai tukar rupiah, penguatan IHSG, dan perkembangan yield SBN yang kondusif," kata Purbaya.
"Yang kemudian juga diperkuat oleh aliran modal masuk mencapai sebesar Rp140,6 triliun sampai dengan 28 Agustus 2026, seiring dengan kinerja SBN yang tetap solid," ujarnya.
Yield SBN 10 Tahun di Kisaran 7 Persen
Selain aliran modal asing, kondisi pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga menjadi salah satu indikator yang menunjukkan sentimen positif investor terhadap Indonesia.
Purbaya mengatakan imbal hasil atau yield SBN tenor acuan 10 tahun saat ini berada di kisaran 7 persen.
Level tersebut berada di bawah posisi tertingginya pada tahun ini. Yield SBN tenor acuan 10 tahun sebelumnya mencapai 7,39 persen pada 11 Juni 2026.
Menurut Purbaya, perkembangan yield SBN yang tetap kondusif berjalan seiring dengan aliran modal masuk yang terus tercatat hingga akhir Agustus.
Kinerja tersebut menjadi bagian dari kondisi pasar keuangan domestik yang dinilai masih mendapatkan sentimen positif meskipun ketidakpastian ekonomi global masih tinggi.
Stabilitas Ekonomi Jadi Penopang
Purbaya mengatakan terjaganya kepercayaan investor global tidak terlepas dari stabilitas perekonomian nasional.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi semakin penting karena perekonomian global saat ini masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi.
Kepercayaan investor terhadap Indonesia juga tercermin dari stabilnya peringkat kredit atau utang Indonesia berdasarkan penilaian sejumlah lembaga pemeringkat global.
Purbaya menyebut S&P Global Ratings memberikan peringkat BBB/stable kepada Indonesia. Sementara Lianhe Ratings Global memberikan rating AAA/Stable.
Peringkat tersebut menurut Purbaya turut ditopang oleh kondisi perekonomian domestik yang dinilai solid.