news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari..
Sumber :
  • Bakom RI

Proyek Industri Garam Raksasa di Rote Ndao, Pemerintah Bidik Produksi 5 Juta Ton di 2029

Pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao jadi bagian program prioritas pemerintah untuk memperluas pusat pertumbuhan ekonomi di NTT.
Rabu, 2 September 2026 - 14:44 WIB
Reporter:
Editor :

“Secara keseluruhan, pengembangan Rote Ndao sebagai lokasi program kerja prioritas nasional mencakup area sekitar 10.764 hektar,” tegas dia.

“Dari luasan tersebut, KKP akan mengembangkan sekitar 2.000 hektar melalui skema kerja sama pemanfaatan lahan milik masyarakat, di mana masyarakat akan memperoleh manfaat ekonomi lewat hasil pemanfaatan lahan,” imbuhnya.

Skema tersebut dirancang agar masyarakat pemilik lahan ikut memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan. Dengan demikian, pembangunan sentra garam tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi komoditas, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.

Sementara lebih dari 8.000 hektare kawasan lainnya akan dikembangkan oleh investor. Pemerintah berharap investasi tersebut menciptakan efek ekonomi lebih luas, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan berbagai pola kerja sama dengan masyarakat.

“Sementara itu, investor akan mengembangkan lebih dari 8.000 hektar kawasan lainnya yang diharapkan membuka lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui berbagai skema kerja sama termasuk bagi hasil,” tuturnya.

Pengembangan Rote Ndao menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendongkrak produksi garam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

Pemerintah menargetkan produksi garam nasional meningkat secara bertahap dari baseline sekitar 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026, kemudian 3,5 juta ton pada 2027. Target tersebut terus dinaikkan hingga mencapai 5 juta ton pada 2029.

“Dari sisi produksi, pemerintah menargetkan peningkatan produksi garam nasional secara bertahap dari baseline sekitar 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026, lalu 3,5 juta ton pada 2027, dan pada 2029 mencapai 5 juta ton,” ujar dia.

Lonjakan produksi tersebut dibarengi target pemangkasan impor secara agresif. Pemerintah menargetkan volume impor garam yang saat ini berada pada baseline sekitar 2,6 juta ton turun menjadi 2 juta ton pada 2026 dan kembali ditekan menjadi 1 juta ton pada 2027.

Puncaknya, pemerintah menargetkan impor garam mencapai nol pada 2029.

“Sejalan dengan itu, volume impor garam ditargetkan turun dari baseline sekitar 2,6 juta ton menjadi 2 juta ton pada 2026, 1 juta ton pada 2027, hingga mencapai nol pada tahun 2029,” tegas dia. (agr/rpi)

 
 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:51
04:43
02:08
01:14
01:08
01:39

Viral