- Istimewa
Destry Damayanti Resmi Pimpin BI, Ungkap Jurus 3I+S Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Pengendalian inflasi menjadi salah satu hal yang akan terus didorong melalui koordinasi tersebut.
Mandat BI Kini Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Destry juga menyinggung mandat baru Bank Indonesia yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Melalui aturan tersebut, BI memiliki mandat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Bank Indonesia juga didorong menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi pertumbuhan sektor riil sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja.
Mandat tersebut menjadi salah satu konteks yang akan dihadapi Destry selama periode kepemimpinannya sebagai Gubernur BI hingga 2031.
Destry Waspadai Higher for Longer di Pasar Global
Selain persoalan domestik, Destry turut menyoroti perkembangan pasar keuangan global, khususnya tren kenaikan imbal hasil obligasi global atau global bond yields di Amerika Serikat, Jepang, dan sejumlah negara lainnya.
Menurut Destry, kondisi tersebut sejalan dengan asesmen terbaru BI yang melihat situasi higher for longer masih membayangi pasar keuangan global.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tingkat imbal hasil obligasi yang tinggi, inflasi global, serta suku bunga acuan negara-negara maju yang masih bertahan pada level tinggi dapat memengaruhi kondisi pasar keuangan.
Destry mengatakan berbagai faktor eksternal tersebut akan menjadi pertimbangan BI dalam merumuskan kebijakan untuk perekonomian domestik.
"Nah ini sesuatu yang pasti akan kami antisipasi pada saat kami membuat kebijakan untuk domestik," ujar Destry.
Dengan demikian, kepemimpinan Destry Damayanti di BI periode 2026-2031 akan dihadapkan pada dua tantangan utama, yakni menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mengantisipasi dinamika pasar keuangan global.
Di sisi domestik, BI akan memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga untuk menangani persoalan seperti inflasi. Sementara dari sisi global, perkembangan suku bunga, inflasi, dan imbal hasil obligasi negara maju akan menjadi faktor yang diperhitungkan dalam kebijakan bank sentral.