- Youtube/Setpres
Di Hadapan Putin, Prabowo Tawarkan Formula ASEAN untuk Perluas Kerja Sama Rusia ke Asia Tenggara
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menawarkan pengalaman ASEAN kepada Rusia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) untuk memperluas kerja sama dengan kawasan Asia Tenggara.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Forum tersebut turut dihadiri langsung oleh Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti perjalanan ASEAN selama hampir enam dekade yang menurutnya dibangun dengan mengedepankan konsultasi dan kerja sama.
Prabowo mengatakan Asia Tenggara tidak selalu berada dalam kondisi damai. Kawasan tersebut pernah menghadapi konflik, ketegangan, hingga perbedaan yang mendalam antarnegara.
“Asia Tenggara tidak selalu damai. Kawasan kami pernah mengalami konflik, ketegangan, dan perbedaan yang mendalam,” kata Prabowo.
ASEAN Pilih Dialog daripada Konfrontasi
Menurut Prabowo, para pemimpin negara ASEAN kemudian menyadari bahwa tantangan pembangunan yang dihadapi kawasan jauh lebih besar dibandingkan persoalan yang dapat diselesaikan oleh satu negara secara sendiri-sendiri.
Sejumlah persoalan tersebut mencakup kemiskinan, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur yang belum memadai, serta kebutuhan untuk menciptakan lapangan dan peluang ekonomi.
“Namun kemudian para pemimpin kami menyadari bahwa kemiskinan, keterbatasan layanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur yang tidak memadai, serta kebutuhan untuk menciptakan peluang merupakan tantangan yang lebih besar daripada yang dapat dihadapi oleh salah satu dari kami sendiri,” ujarnya.
Kesadaran tersebut kemudian mendorong negara-negara ASEAN memilih pendekatan dialog dalam membangun hubungan di kawasan.
Prabowo menilai pilihan politik dan diplomatik tersebut memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Asia Tenggara. ASEAN mengedepankan konsultasi dibandingkan konfrontasi serta kerja sama daripada perpecahan.
“Karena itu, ASEAN memilih konsultasi daripada konfrontasi. Kerja sama daripada perpecahan. Selama hampir enam dekade, pilihan tersebut telah menciptakan dividen perdamaian,” tutur Prabowo.
Perdamaian Buka Ruang bagi Ekonomi
Prabowo menjelaskan stabilitas yang tercipta di kawasan memberikan ruang bagi kegiatan ekonomi dan sosial untuk berkembang.
Menurutnya, perdamaian tidak hanya berkaitan dengan stabilitas politik antarnegara. Kondisi yang stabil juga memungkinkan masyarakat dan pelaku usaha menjalankan berbagai aktivitas secara lebih leluasa.
“Para petani dapat berproduksi. Pabrik-pabrik dapat beroperasi. Kapal-kapal dapat berlayar. Dunia usaha dapat berinvestasi. Anak-anak dapat bersekolah. Keluarga dapat merencanakan masa depan,” kata Prabowo.
Ia menggunakan pengalaman ASEAN tersebut untuk menunjukkan bagaimana stabilitas kawasan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut kemudian menjadi dasar Prabowo dalam mengajak Rusia dan negara-negara anggota EAEU memperkuat keterhubungan dengan Asia Tenggara.
Prabowo Ajak Rusia Perluas Dividen Perdamaian
Prabowo menawarkan agar pengalaman ASEAN dalam menjaga stabilitas melalui konsultasi dan kerja sama dapat diperluas ke hubungan antara kawasan Eurasia dan Asia Tenggara.
Menurutnya, Indonesia ingin hubungan Rusia dan negara-negara EAEU dengan Asia Tenggara semakin erat. Penguatan hubungan tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat stabilitas serta keterhubungan ekonomi antarkawasan.
“Kini Indonesia mengundang Rusia dan setiap negara anggota EAEU untuk membantu memperluas dividen perdamaian tersebut dengan menghubungkan Eurasia secara lebih erat dengan Asia Tenggara,” ujar Prabowo.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan forum ekonomi internasional yang dihadiri Vladimir Putin. Dalam pandangannya, pengalaman ASEAN menunjukkan bahwa kerja sama dan konsultasi dapat menjadi fondasi untuk menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan.
Prabowo menempatkan pengalaman hampir enam dekade ASEAN sebagai salah satu contoh bagaimana negara-negara dengan perbedaan dapat membangun hubungan melalui dialog dan kerja sama.
Melalui pendekatan tersebut, Indonesia mengajak Rusia dan seluruh anggota EAEU memperkuat hubungan dengan Asia Tenggara, bukan hanya dalam konteks hubungan antarnegara, tetapi juga untuk memperluas manfaat stabilitas dan peluang ekonomi bagi masyarakat di kawasan. (agr/nsp)