news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi kegiatan jual beli barang saat melakukan transaksi uang mirip riba.
Sumber :
  • Istockphoto

Marketing Makin Canggih, tapi Belum Tentu Bikin Penjualan Naik, Kok Bisa?

Marketing makin mengandalkan digital, data, dan AI, tetapi investasi besar belum tentu menaikkan penjualan. Ini tantangan baru bagi CMO.
Minggu, 6 September 2026 - 21:58 WIB
Reporter:
Editor :

Sekitar 70% proses juga dinilai belum cukup matang untuk diperluas, sementara 38% perusahaan masih menghadapi kesenjangan talenta dan keahlian.

Artinya, tantangan perusahaan bukan lagi sekadar memiliki AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan keputusan yang lebih tepat dan cepat.

Teknologi Harus Menghasilkan Customer Preference

Menurut Shinta, teknologi dan data baru memberikan nilai ketika mampu menciptakan relevansi bagi pelanggan.

Perusahaan perlu memperpendek jarak antara informasi yang dimiliki mengenai pelanggan dengan tindakan yang diberikan kepada mereka. Data dan personalisasi yang tepat dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, mendorong pendapatan, sekaligus menekan biaya layanan.

Pengalaman tersebut juga harus konsisten di berbagai kanal. Pelanggan tidak melihat perusahaan berdasarkan kanal yang terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan pengalaman.

“Loyalty is built across journey,” ujarnya.

Karena itu, customer preference perlu diterjemahkan menjadi customer loyalty yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan bisnis.

Anggaran Marketing Jadi Growth Capital

Shinta menilai pengukuran marketing juga tidak cukup berhenti pada evaluasi kampanye.

Hasil pengukuran harus menjadi dasar untuk menentukan investasi berikutnya melalui proses investasi, pengukuran, pembelajaran, optimalisasi, dan realokasi.

“Anggaran pemasaran harus diberlakukan sebagai growth capital yang terus dioptimalkan,” kata Shinta.

Ia merangkum pertumbuhan berkelanjutan dalam tiga hal, yakni Decision Advantage, Customer Preference, dan Capital Accountability.

Sementara itu, CEO Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengatakan perubahan tersebut membuat posisi CMO semakin strategis. CMO tidak lagi hanya bertanggung jawab terhadap merek dan kampanye, tetapi juga harus menghubungkan marketing dengan teknologi, data, inovasi, kebutuhan pelanggan dan pertumbuhan bisnis.

“Tantangan bagi pemimpin pemasaran adalah bagaimana seluruh elemen tersebut dapat terhubung secara lebih kuat dengan penciptaan nilai dan pertumbuhan bisnis yang terukur,” ujar Ihsan.

23 Perusahaan Raih Penghargaan

Pembahasan mengenai perubahan peran CMO tersebut menjadi bagian dari Indonesia Best CMO Awards 2026 yang digelar Warta Ekonomi dengan tema “Accelerating Business Growth through Intelligent Marketing and Digital Innovation”.

Sebanyak 23 perusahaan dari berbagai sektor menerima penghargaan atas strategi dan kinerja pemasarannya.

Penerima penghargaan tersebut berasal dari sektor industri kimia, asuransi, minyak dan gas, otomotif, properti, perbankan, multifinance, consumer goods, logistik, jasa keuangan, hingga farmasi.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral