- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Rupiah Ditutup Menguat Rp17.507, Pengamat Sebut Ada Kabar Baik untuk Perdagangan Besok
Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (9/9/2026) menguat 125 poin ke level Rp17.507 per dolar Amerika Serikat (AS). Tren positif tersebut diperkirakan masih berlanjut pada perdagangan Kamis (10/9/2026).
“Hari ini rupiah ditutup menguat cukup tajam 125 poin di Rp17.507, yang kemungkinan besar dalam perdagangan besok kemungkinan besar masih akan menguat,” kata Ibrahim saat dihubungi tvOnenews.com, Rabu (9/9/2026).
Ibrahim memperkirakan rupiah masih memiliki ruang untuk menguat sekitar 50 poin pada perdagangan berikutnya. Dengan proyeksi tersebut, kurs rupiah berpotensi bergerak menuju level Rp17.480 per dolar AS.
“Ada kemungkinan penguatannya 50 poin, ya, di Rp17.480. Ya, kemungkinan akan mengalami penguatan,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, sentimen positif terutama berasal dari dua indikator ekonomi yang menunjukkan perbaikan kondisi konsumsi domestik. Pertama adalah data penjualan ritel, sementara faktor kedua adalah indeks keyakinan konsumen yang berada di atas ekspektasi.
“Yang menyebabkan rupiah menguat, ya, dalam perdagangan hari ini adalah data penjualan retail, kemudian dengan indeks keyakinan konsumen yang cukup bagus di luar ekspektasi,” tutur Ibrahim.
Indeks keyakinan konsumen tercatat lebih tinggi dibandingkan Juli 2026, yakni mencapai 118,5. Kenaikan tersebut menjadi sinyal meningkatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian.
“Indeks keyakinan konsumen itu lebih tinggi dibandingkan di bulan Juli, yaitu di 118,5,” katanya.
Ibrahim menilai kenaikan indeks keyakinan konsumen tersebut menjadi salah satu sinyal penting bagi prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, peningkatan itu disebut sebagai yang terbaik sejak Januari 2026.
“Dan kenaikan ini adalah kenaikan terbaik dari bulan Januari tahun 2026. Artinya apa? Bahwa dengan membaiknya indeks keyakinan konsumen, optimisme pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga di 5,3 kemungkinan besar akan tercapai,” ujarnya.
Selain optimisme konsumen, sektor ritel juga menunjukkan perkembangan positif. Ibrahim mencatat penjualan ritel di Indonesia melonjak pada Agustus 2026.
“Kemudian yang kedua, tentang penjualan retail. Penjualan retail di Indonesia melonjak cukup tinggi, ya, di bulan Agustus, ya, itu sebesar 7,7% di 83.422 unit,” kata Ibrahim.
Menurutnya, peningkatan penjualan tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas konsumsi masyarakat, khususnya di sektor otomotif, mengalami penguatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa daya beli dan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif.
“Artinya apa? Bahwa di bulan Agustus ini adalah bulan yang paling menguntungkan, ya, bagi pengusaha-pengusaha otomotif yang penjualannya relatif lebih tinggi. Ya, hampir 80.000 unit, ya, di tahun 2026 akhir ini apa mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” tuturnya. (agr/rpi)