Rupiah Melemah ke Rp17.650 di Tengah Anjloknya Pendapatan Kelas Menengah
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.636 pada Jumat, 4 September 2026. Posisi rupiah itu menguat 53 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.689 pada perdagangan Kamis, 3 September 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 7 September 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah selama ini telah menggelontorkan anggaran besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, kondisi berbeda dialami kelas menengah, yang belum mendapatkan dukungan yang cukup.
"Salah satu persoalan yang disorot pemerintah adalah penurunan pendapatan dari kelompok tersebut. Subsidi tersebut tidak didapatkan masyarakat kelas menengah sehingga pendapatan mereka turun," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin, 7 September 2026.
Karena itu, salah satu cara untuk mengangkat kembali kondisi kelas menengah adalah mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Selain itu, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini rata-rata masih di kisaran 5 persen, belum cukup kuat untuk mendorong industrialisasi dan menciptakan lapangan kerja formal dalam jumlah besar.
Maka, untuk penciptaan lapangan kerja formal semakin kuat, pertumbuhan ekonomi perlu didorong hingga di atas 6-6,5 persen. Investasi asing harus kembali masuk dan membangun infrastruktur serta membuka lapangan kerja baru, dimana dampaknya pendapatan masyarakat kelas menengah semakin meningkat. Hasilnya, akan tercipta masyarakat kelas menengah baru dengan pendapatan yang lebih baik.
Namun, para ekonom menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen di 2027 tidak mudah dicapai, di tengah tren suku bunga yang kembali meningkat. Investasi akan menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan.
Kondisi suku bunga yang meningkat menjadi tantangan bagi pemerintah dan pelaku usaha, ditambah tensi geopolitik global belum tentu selesai tahun depan.
Load more