news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman..
Sumber :
  • Antara

Amran Direstui Prabowo untuk Hajar Mafia Beras, 93 Persen Sampel Beras Fortifikasi Bermasalah

Mentan Amran menegaskan bahawa dalam waktu dekat, pemerintah akan menyampaikan hasil tindak lanjut atas temuan ketidaksesuaian pada sejumlah produk beras khusus.
Minggu, 13 September 2026 - 15:50 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut dugaan anomali dalam perdagangan beras yang diduga dimainkan oleh para mafia.

Langkah pengusutan ini berkaitan dengan temuan produk beras yang diduga tidak sesuai dengan klaim pada kemasan.

"Kami lapor Bapak Presiden, ini mafia beras, gimana Bapak Presiden? Beliau bilang gaspol, siap terima kasih Bapak Presiden," kata Amran dikutip dari Antara, Minggu (13/9/2026).

"Sama kemarin kita laporkan (temuan beras fortifikasi) insya Allah kami bongkar. Kenapa? Ini ruang ekonomi rakyat kecil. Beras itu adalah barang subsidi," imbuhnya.

Pemerintah menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran dalam industri perberasan.

Amran menilai klaim tambahan gizi pada produk beras harus sesuai dengan kandungan yang sebenarnya.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyampaikan hasil tindak lanjut atas temuan ketidaksesuaian pada sejumlah produk beras khusus.

Amran memastikan proses pengungkapan kasus tersebut akan terus dilakukan karena menyangkut kepentingan konsumen.

"Kami hajar! Kami pertaruhkan segalanya, sudah siap lahir batin. Beras fortifikasi, dia jual Rp56.000 satu kilo, padahal harganya Rp13.000 dan ini sudah masuk lab. Di labelnya (ibarat) ini emas padahal di dalamnya adalah timah besi, besi berkarat," beber Amran.

Amran mengatakan dugaan praktik tersebut dapat memberikan keuntungan besar kepada pihak yang menjual produk dengan klaim yang tidak sesuai. Di sisi lain, konsumen berpotensi dirugikan karena membeli produk dengan harga lebih tinggi berdasarkan informasi pada kemasan.

"Untungnya itu kalau Rp30.000 dikali 10 ton, itu Rp300 juta, satu truk. (Jadi) ini sudah fiks. Insya Allah minggu depan kami umumkan," ucap Amran.

"Kalau terus menerus seperti ini, kapan kita Republik ini menikmati negaranya? Ada mafia. Tolong saya didukung. Saya ledakkan. Saya pertaruhkan segalanya, demi merah putih, demi ummat," tambah Amran.

Menurut Amran, Presiden Prabowo telah memberikan persetujuan agar pengusutan tersebut dilanjutkan. Ia menyebut Presiden meminta pemerintah segera mengambil langkah atas temuan yang ada.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral