- ANTARA
IHSG Terjun 56 Poin ke 6.384,72, Investor Bersiap Hadapi Keputusan Suku Bunga BI
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Senin (21/9/2026) di zona merah.
IHSG terkoreksi 0,88 persen atau 56,43 poin ke level 6.384,72. Pelemahan terjadi setelah indeks bergerak di zona merah sepanjang perdagangan awal pekan.
Pada sesi I, IHSG sempat melemah 0,27 persen ke level 6.423,51. Indeks kemudian menyentuh posisi terendah intraday di level 6.388,25 sebelum kembali bergerak lebih rendah hingga perdagangan ditutup.
Berdasarkan data perdagangan BEI, aktivitas transaksi saham cukup tinggi. Volume perdagangan tercatat mencapai 26,78 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp11,77 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 354 saham ditutup melemah. Sementara 280 saham berakhir menguat dan 156 saham lainnya stagnan.
Investor Mulai Bersikap Wait and See
Pelemahan IHSG terjadi menjelang agenda penting Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.
Investor mencermati pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Keputusan terkait suku bunga acuan menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar dalam menentukan arah transaksi.
Sikap wait and see juga terlihat karena investor menunggu keputusan kebijakan moneter BI dan dampaknya terhadap pasar keuangan domestik.
Selain sentimen dari dalam negeri, pergerakan pasar saham juga dipengaruhi kondisi global.
Imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun kembali berada di sekitar 5 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi aliran dana investor di pasar negara berkembang.
Penguatan dolar Amerika Serikat juga menjadi sentimen yang diperhatikan bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, harga minyak yang masih berada pada level tinggi turut menjadi perhatian pasar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi inflasi dan arah kebijakan moneter di berbagai negara.
Asing Catat Net Sell Rp216,24 Miliar
Tekanan jual juga terlihat dari pergerakan investor asing di pasar saham domestik.
Pada sesi pertama perdagangan Senin, investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih atau net sell sekitar Rp216,24 miliar.
Beberapa saham menjadi sasaran pelepasan oleh investor asing dengan nilai transaksi yang cukup besar.
-
ANTM: net sell sekitar Rp100,62 miliar
-
BMRI: net sell sekitar Rp79,91 miliar
-
TLKM: net sell sekitar Rp53,47 miliar