- Istimewa
T50 Summit 2026 Rilis 50 Raksasa Mesin Tambang Dunia, Pendapatan Tembus US$74,29 Miliar
Jakarta, tvOnenews.com - T50 Summit Indonesia Forum 2026 resmi digelar di Shangri-La Hotel Jakarta, Indonesia. Forum tersebut menjadi penyelenggaraan kedua T50 Summit yang dihelat di Jakarta.
T50 Summit Indonesia Forum adalah agenda yang digelar Panitia Penyelenggara T50 Summit of World Construction Machinery Industry (T50 Summit).
Sejak didirikan pada 2011, T50 Summit berkembang menjadi salah satu forum global bagi industri konstruksi dan pertambangan. Forum ini secara rutin mengumumkan sejumlah pemeringkatan tahunan, termasuk World Top 50 Construction Machinery Manufacturers dan World Top 50 Mining Machinery Manufacturers.
Selain itu, T50 Summit 2026 turut merilis daftar perusahaan penyewaan peralatan serta perusahaan heavy-lift terkemuka di Asia. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk membahas laporan pasar, tren industri, dan berbagai perkembangan di sektor konstruksi serta pertambangan.
“Kepemimpinan pasar, inovasi, keberlanjutan, dan nilai bagi pelanggan menjadi kriteria utama penghargaan ini, sekaligus menjadi keunggulan kompetitif yang dimiliki para pemenang,” ujar panel juri T50 Summit Indonesia Forum, dilansir Selasa (22/9/2026).
Pada penyelenggaraan 2026, peringkat World Top 50 Mining Machinery Manufacturers diumumkan dalam T50 Summit Indonesia Forum di Jakarta. Indonesia dinilai menjadi salah satu pasar yang mengalami pertumbuhan pesat, khususnya pada sektor pertambangan, energi, dan infrastruktur.
Berdasarkan pendapatan yang berasal dari sektor pertambangan, penggalian, dan pengolahan material, 50 produsen mesin pertambangan terbesar dunia mencatat total pendapatan sebesar 74,29 miliar dolar AS (US$74,29 miliar).
Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari 17 negara. Rinciannya terdiri atas 11 perusahaan Amerika Serikat, 10 perusahaan China, lima perusahaan Jerman, empat perusahaan Jepang, tiga perusahaan Swedia, serta masing-masing dua perusahaan dari Austria, Kanada, Finlandia, India, dan Inggris.
Adapun Australia, Belarus, Belgia, Denmark, Polandia, Afrika Selatan, dan Korea Selatan masing-masing menyumbang satu perusahaan dalam daftar tersebut.
Komatsu dan Caterpillar masih berada di posisi teratas dalam pemeringkatan 2026. Posisi lima besar berikutnya ditempati Sandvik, Epiroc, dan Metso.
Sementara itu, Hitachi Construction Machinery-LANDCROS, Volvo, FLSmidth, Weir Group, dan Liebherr melengkapi daftar 10 besar produsen mesin pertambangan dunia.
Sepuluh perusahaan teratas tersebut membukukan total pendapatan 57,72 miliar dolar AS. Nilai itu setara sekitar 77,7 persen dari total pendapatan seluruh perusahaan yang masuk dalam daftar 50 besar.