- tim tvone - tim tvone
Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
Pria yang juga Kaprodi Teknik Kelautan ITL Trisakti ini mencontohkan kondisi di Merauke. Meskipun fasilitas pelabuhan dinilai sudah memadai, keterbatasan lapangan penumpukan dan gudang di belakang pelabuhan masih menjadi persoalan.
"Pelabuhannya sudah bagus, peralatannya lengkap, tetapi dari sana belum ada lapangan penumpukan atau gudang di belakang pelabuhan," katanya.
Menurut Wahyono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas terminal perlu direncanakan bersama dengan kesiapan simpul logistik lainnya. Jika tidak, antrean dan kepadatan berpotensi berpindah dari terminal menuju depo, trucking, gudang maupun jaringan jalan.
Dari sisi pelayaran, peningkatan kapasitas dan produktivitas terminal tetap dinilai penting untuk mendukung efisiensi operasional kapal. Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko, mengatakan produktivitas terminal peti kemas saat ini sebenarnya sudah cukup baik. Namun, peningkatan kapasitas dermaga dan kedalaman alur tetap diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik kapal.
“Semakin lancar bongkar muat, maka akan semakin efisien dan efektif waktunya dan shipping line akan senang. Waktu sandar di Pelabuhan Tanjung Emas cepat, bongkar cepat, memuat cepat dan bisa menuju ke pelabuhan berikutnya sesuai schedule,” ujarnya.
Peningkatan produktivitas di terminal harus berjalan beriringan dengan kesiapan fasilitas penyangga di luar terminal. Dalam konteks tersebut, depo kontainer memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.
“Depo kontainer itu cukup punya peran penting dalam supply chain,” katanya.
Depo tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan kontainer kosong, tetapi juga dapat menjadi buffer ketika lapangan penumpukan di dalam pelabuhan mulai mengalami kepadatan.
Sementara, Ketua DPC Aptrindo Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Supriyono, mengatakan kondisi pada awal semester II 2026 di sisi darat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini relatif lancar. Perputaran truk tidak lagi menghadapi kepadatan seperti pada awal tahun.
“Sekarang sudah lancar untuk perputaran truk di Pelabuhan Tanjung Emas. Tidak ada kendala lagi karena kondisi yard di pelabuhan juga tidak sepadat di awal-awal tahun,” katanya, Kamis (10/9).
Meski demikian, menurut Supriyono, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi untuk menjaga kelancaran operasional. Salah satunya perubahan jadwal kapal yang dapat membuat truk harus menunggu lebih lama. Begitu pula dengan implementasi Terminal Booking System (TBS) yang masih bisa dioptimalkan terkait ketersediaan slot kendaraan. Aptrindo turut mendorong agar depo kontainer di Semarang dapat beroperasi selama 24 jam sehingga pergerakan kontainer dapat lebih fleksibel dan antrean kendaraan dapat ditekan.