news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi truk ODOL..
Sumber :
  • Antara

Kejar Zero ODOL 2027, Pemerintah Siapkan Tambahan Alat Pendeteksi Truk Overload di Tol

Pemerintah siapkan tambahan alat WIM untuk mendeteksi truk overload di tol demi mengejar target zero ODOL pada awal 2027.
Selasa, 29 September 2026 - 20:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah terus memperkuat pengawasan kendaraan angkutan barang untuk mengejar target zero over dimension over loading (ODOL) pada awal 2027. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperbanyak alat pendeteksi kendaraan kelebihan muatan atau overload di jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati mengatakan pemerintah sebenarnya sudah memiliki instrumen untuk mendeteksi kendaraan yang melanggar batas muatan. Salah satunya adalah Weigh In Motion (WIM), alat yang dapat mendeteksi berat kendaraan saat melintas di jalan.

Alat tersebut telah dipasang di sejumlah ruas jalan tol. Sebagian sistem WIM juga sudah terintegrasi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sehingga data kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran dapat menjadi bagian dari proses penindakan.

"Dari data tersebut dapat kami simpulkan bahwa sistem deteksinya sudah tersedia, instrumennya sudah tersedia, dan sudah terintegrasi. Namun mungkin tindak lanjut ke depan adalah dari temuan tersebut, penegakan hukumnya ini perlu masih perlu langkah-langkah perkuatan secara konsisten," kata Ni Komang dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (29/9/2026).

Sudah Ada Puluhan Alat WIM di Jalan Tol

Pemerintah saat ini telah memasang 47 unit WIM di sejumlah lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 unit berada sebelum gerbang tol, sedangkan sembilan unit lainnya dipasang di jalur utama.

Keberadaan WIM menjadi salah satu instrumen penting dalam pengendalian kendaraan ODOL karena kendaraan dapat terdeteksi ketika melintas di ruas tol. Data yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan dan penindakan.

Namun, data pemerintah menunjukkan kendaraan overload yang terdeteksi masih cukup tinggi.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, WIM di ruas Jasa Marga Group mendeteksi rata-rata 3.657 kendaraan overload per hari. Jumlah tersebut setara dengan 17,73 persen dari total rata-rata 20.627 kendaraan non-golongan I yang melintas setiap hari.

Sementara di ruas Hutama Karya Group, rata-rata terdapat 2.041 kendaraan overload per hari yang terdeteksi dari 7.823 kendaraan non-golongan I. Artinya, persentase kendaraan overload mencapai 26,09 persen.

Data tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap sistem deteksi ODOL masih cukup besar, terutama untuk memastikan kendaraan yang melanggar dapat teridentifikasi dan ditindaklanjuti.

Pemerintah Siapkan Tambahan WIM

Untuk memperkuat pengendalian ODOL, pemerintah masih merencanakan penambahan 16 titik WIM hingga 2030. Pemasangan tambahan alat tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Rencananya, titik tambahan WIM akan ditempatkan di sejumlah wilayah dengan rincian:

  • Lima titik di Trans Sumatera.

  • Lima titik di Trans Jawa.

  • Tiga titik di wilayah non-Trans Jawa.

  • Tiga titik di Jabodetabek.

Pemerintah menargetkan pemasangan tambahan WIM tersebut mulai dilakukan secara bertahap sejak akhir September 2026 hingga 2030.

Namun, Ni Komang menegaskan bahwa rencana tersebut akan kembali dibahas untuk melihat kemungkinan percepatan pemasangan instrumen pendukung pengendalian ODOL. Langkah tersebut berkaitan langsung dengan target pemerintah untuk mencapai zero ODOL pada awal 2027.

"Namun dalam konteks mendukung pengendalian ODOL dan juga kebijakan zero ODOL di awal 2027, tentunya ini kami akan diskusikan kembali untuk bagaimana percepatan untuk memasang instrumen dukungan terhadap pengendalian ODOL ini," ujarnya.

WIM Akan Diperkuat dengan Penindakan

Keberadaan alat pendeteksi saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan ODOL. Pemerintah juga menghadapi tantangan dalam menindak kendaraan yang sudah terdeteksi melakukan pelanggaran.

Data penindakan melalui ETLE memperlihatkan adanya selisih besar antara jumlah kendaraan yang terdeteksi dengan jumlah tilang yang dikirim, pelanggar yang terkonfirmasi, hingga kewajiban tilang yang diselesaikan.

Di Jasa Marga Group, misalnya, terdapat 431.192 kendaraan pelanggar yang terdeteksi sepanjang Januari-Agustus 2026. Namun, tilang yang terkirim hanya 16.026. Dari jumlah tersebut, 2.525 pelanggar terkonfirmasi dan baru 252 yang menyelesaikan pembayaran.

Kondisi serupa juga terjadi di Hutama Karya Group. Sebanyak 287.186 kendaraan pelanggar terdeteksi, tetapi tilang yang terkirim hanya 1.874. Pelanggar yang terkonfirmasi sebanyak 422, sementara baru dua pelanggar yang menyelesaikan kewajiban pembayaran.

Karena itu, BPJT telah menginstruksikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melakukan pendataan digital kendaraan angkutan barang berbasis data WIM. Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri untuk pengawasan dan penindakan.

Dengan penambahan titik WIM serta integrasi dengan sistem ETLE, pemerintah berharap proses pengendalian kendaraan ODOL dapat dilakukan lebih menyeluruh. Penguatan instrumen deteksi dan penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar target zero ODOL yang ditetapkan mulai awal 2027.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:34
20:26
11:49
04:30
01:21
04:42

Viral