news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Saham.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Market Cap SEMA Miliki Potensi Tembus Rp2 Triliun

PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) berpeluang memasuki babak pertumbuhan baru melalui keterlibatannya dalam proyek Data Center CGK5 dan CGK7.
Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) berpeluang memasuki babak pertumbuhan baru melalui keterlibatannya dalam proyek Data Center CGK5 dan CGK7. 

Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan kebutuhan infrastruktur digital, kontrak tersebut dinilai dapat menjadi katalis penting bagi perubahan skala bisnis perseroan.

Analisa pasar modal Menteng Kleb Institute, Fauzan Luthsa mengatakan keterlibatan SEMA sebagai pemasok Power Train Unit (PTU) dan SKID membuka peluang bagi perseroan untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok infrastruktur data center. 

“Saya melihat kontrak CGK5 dan CGK7 ini bisa menjadi titik penting untuk perubahan skala bisnis perseroan. SEMA memang bukan penyedia keseluruhan sistem kelistrikan data center, tetapi masuk pada rantai yang cukup fundamental melalui penyediaan PTU dan SKID,” kata Fauzan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). 

Fauzan menjelaskan dengan asumsi kontrak tersebut dapat mendorong penjualan sekitar Rp2 triliun dan perseroan mampu mempertahankan margin laba bersih 10 persen diperkirakan laba bersih SEMA dapat mencapai sekitar Rp200 miliar pada 2027. 

Dengan asumsi Price to Earnings Ratio (PER) sebesar 10 kali, laba tersebut secara teoritis menghasilkan kapitalisasi pasar sekitar Rp2 triliun. 

Sementara itu, ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli melihat pertumbuhan infrastruktur digital masih cukup kuat dalam tiga sampai lima tahun ke depan. 

“Masih cukup optimis, 3-5 tahun ke depan untuk pertumbuhan infrastruktur, terutama karena demand AI,” kata Dipo. 

Menurutnya, investasi data center berpotensi menciptakan efek berganda bagi industri domestik, termasuk pemasok infrastruktur kelistrikan. 

“Kalau yang lebih dasar, peralatannya, misalnya kelistrikan, selama standarnya internasional harusnya di Indonesia pun seharusnya itu menciptakan multiplier effect,” ujarnya. 

Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Ian Yosef M. Edward, menilai pertumbuhan AI akan meningkatkan kebutuhan fasilitas data center berkapasitas tinggi. 

“Dengan peningkatan pemanfaatan AI yang akan signifikan beberapa tahun ke depan, maka diperlukan peningkatan kapasitas data center khusus dan data center dengan GPU as a Service,” kata Ian.

“Peluangnya sangat besar karena kebutuhan penggunaan GPU as a Service berbanding lurus dengan ketersediaan infrastruktur kelistrikan dan equipment pendukung yang disediakan perusahaan lokal dengan harga yang lebih kompetitif,” ujarnya.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral