- Dok. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
Pendapatan VKTR Tumbuh 49% pada 9M26, Kontribusi Kendaraan Listrik Terus Meningkat
Jakarta, tvOnenews.com – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ("VKTR"), emiten pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia, membukukan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,06 triliun, meningkat 49% YoY dibandingkan Rp717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penjualan kendaraan listrik komersial serta kinerja positif bisnis manufaktur suku cadang otomotif.
Penjualan kendaraan listrik mencatatkan pendapatan sebesar Rp186 miliar pada 9M26, meningkat 91% YoY dari Rp98 miliar pada 9M25. Seiring dengan pertumbuhan tersebut, kontribusi penjualan kendaraan listrik terhadap total pendapatan Perseroan meningkat menjadi 17%, dibandingkan 14% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan penguatan peran bisnis kendaraan listrik dalam struktur pendapatan Perseroan, sekaligus kemajuan Perseroan dalam memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik komersial.
- Dok. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
Sementara itu, bisnis manufaktur suku cadang otomotif membukukan pendapatan sebesar Rp880 miliar, meningkat 41% YoY dari Rp623 miliar pada 9M25.
Pertumbuhan ini didukung oleh meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional, khususnya pada segmen kendaraan komersial yang juga tumbuh 42% YoY berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) per September 2026.
Kinerja tersebut menegaskan peran bisnis manufaktur sebagai penopang pertumbuhan pendapatan sekaligus melengkapi ekspansi Perseroan di pasar kendaraan listrik komersial.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,1 miliar pada 9M26, meningkat 47% YoY dari Rp8,2 miliar pada 9M25.
Pencapaian ini didukung pengendalian biaya yang lebih baik, seiring peningkatan aktivitas bisnis. Pertumbuhan laba bersih juga mencerminkan upaya Perseroan menjaga efisiensi operasional dan kualitas pertumbuhan di tengah pengembangan skala usaha.
Dari sisi neraca, hingga akhir September 2026, total aset Perseroan meningkat 13% YTD menjadi Rp2.026 miliar.
Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan piutang usaha, persediaan, dan uang muka seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis serta proses produksi sejumlah proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 39% YTD menjadi Rp768 miliar, sejalan dengan kebutuhan operasional dan modal kerja untuk mendukung pelaksanaan aktivitas bisnis Perseroan.
Ekuitas Perseroan juga meningkat 1% YTD menjadi Rp1,258 miliar, mencerminkan posisi permodalan yang relatif stabil di tengah ekspansi bisnis.