- Antara
Dua Tahun Tanpa Impor Beras, Mentan Amran Sebut Ketahanan Pangan Indonesia Terjaga di Tengah Krisis Global
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan capaian membanggakan terkait ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki tahun kedua tanpa melakukan impor beras, meskipun dunia saat ini tengah dibayangi krisis pangan, krisis energi, serta tekanan geopolitik yang hebat.
"Alhamdulillah di saat pangan dunia tidak menggembirakan, tidak baik-baik saja, Indonesia masuk tahun kedua tidak impor beras," ungkap Amran dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Minggu (8/11).
Amran menekankan bahwa menjaga ketersediaan pangan bagi 286 juta jiwa penduduk Indonesia adalah prioritas mutlak.
Untuk itu, jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) terus bekerja keras tanpa mengenal waktu, termasuk memanfaatkan hari libur untuk melakukan koordinasi lintas sektor.
"Hari Minggu kita rapat, subuh pula. Jadi tidak ada tanggal merah bagi Kementerian Pertanian menjaga pangan kita," tambahnya.
Dalam upaya memperkuat sektor pangan, Amran baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke Beijing.
Ia melakukan diskusi mendalam dengan Menteri Pertanian China terkait kolaborasi strategis untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Amran, situasi dunia saat ini cukup mengkhawatirkan.
Sebanyak 33 negara diketahui telah menerapkan kebijakan proteksionisme dengan menahan stok pangan domestik mereka sebagai langkah antisipasi terhadap terganggunya rantai pasok dan logistik internasional.
"Beberapa negara sesuai berita yang Anda tulis, itu 33 negara yang menahan pangannya mempersiapkan stok dengan kondisi geopolitik yang memanas sehingga distribusi sulit, kemudian angkutan, dan seterusnya. Nah ini kita jaga, kita konsolidasi, kita jaga," papar Amran.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Amran memastikan bahwa Indonesia tetap aman dari ketergantungan luar negeri.
"Sekali lagi, tahun kedua tidak impor beras di pemerintahan Bapak Presiden Prabowo. Kita syukuri, beras kita, stok kita aman," imbuhnya.
Kesiapan Indonesia menghadapi tantangan global didukung oleh data stok yang solid. Per akhir Oktober 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog tercatat sebanyak 4,5 juta ton.
Ditambah dengan potensi panen padi sebesar 10 juta ton serta stok di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) sebesar 10 juta ton, total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 25 juta ton.
Angka ini dinilai sangat mencukupi mengingat kebutuhan bulanan nasional berkisar di angka 2,5 juta ton.
Lebih jauh, Indonesia kini telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. (ant/dpi)