- Ist
Alumni ITB Ajak Pemerintah, Akademisi dan Pelaku Usaha Bicarakan Dampak AI
Saska membahas tentang tanggung jawab dan akuntabilitas dalam AI, terutama dalam konteks sistem otonom seperti mobil self-driving. Pertanyaan hukum yang muncul ketika terjadi kecelakaan oleh AI menjadi topik penting
“Sebaiknya pakar dari ITB dan Hukum Unpad berdiskusi tentang potensi masalah seperti ini,” jelas lulusan Teknik Elektro ITB tersebut.
Saska yang cenderung memiliki pandangan AI cenderung menimbulkan bencana (doomsayer), menekankan bahwa meskipun teknologi AI sangat maju, regulasinya seringkali terlambat, dampaknya adalah manusia menghadapi ancaman bencana yang mengerikan.
“The truth of the world is that it is chaotic... nobody is in control. The world is rudderless,” ungkap Saska mengutip novelis Alan Moore.
Saska menyoroti pentingnya pandangan kritis dan terukur terhadap AI, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam mengembangkan dan mengatur AI untuk masa depan yang lebih baik. (ebs)