- Istimewa
Polusi Udara Tak Hanya di Luar Ruangan, Ancaman Tersembunyi di Dalam Gedung Mulai Jadi Sorotan
Jakarta, tvOnenews.com - Isu polusi udara selama ini lebih sering dikaitkan dengan kondisi di luar ruangan. Namun para ahli mengingatkan bahwa polusi udara juga dapat terjadi di dalam ruangan dan berpotensi memberikan dampak kesehatan yang tidak kalah serius.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, kualitas udara sering kali menjadi perhatian publik karena tingginya tingkat polusi. Kondisi ini tidak hanya dirasakan di jalanan atau ruang terbuka, tetapi juga dapat terjadi di dalam kantor, sekolah, restoran hingga rumah tinggal.
Co-founder Nafas, Piotr Jakubowski, mengatakan bahwa kesadaran terhadap kualitas udara di dalam ruangan mulai meningkat, termasuk di kalangan pemerintah.
Menurutnya, pemerintah sudah mulai membahas regulasi terkait kualitas udara dalam ruangan, yang selama ini belum banyak menjadi perhatian.
“Kalau tidak salah, di Kementerian Kesehatan beberapa bulan lalu sudah mulai ada pembahasan antara regulasi dan rekomendasi terkait kualitas udara di dalam ruangan,” ujar Piotr saat ditemui awak media, Jumat (13/3/2026)
Ia menjelaskan bahwa selama ini pengaturan kualitas udara luar ruangan berada di bawah kewenangan kementerian yang menangani lingkungan hidup, sehingga pembahasan kualitas udara dalam ruangan masih terus berkembang.
Polusi Udara Bisa Tak Terlihat, Tapi Dampaknya Nyata
Salah satu tantangan terbesar dalam isu polusi udara adalah sifatnya yang sering kali tidak terlihat secara kasat mata.
Meski udara terlihat bersih, kandungan partikel berbahaya tetap bisa berada di dalam ruangan. Kondisi ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti:
-
Asap kendaraan yang masuk ke dalam gedung
-
Asap rokok
-
Sistem ventilasi yang buruk
-
Aktivitas memasak
-
Debu dan partikel halus dari luar ruangan
Menurut Piotr, polusi udara sering kali menjadi ancaman tersembunyi karena banyak orang tidak menyadari kualitas udara yang mereka hirup setiap hari.
“Polusi udara sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata bagi kesehatan dan produktivitas di tempat kerja,” ujarnya.
Cara Mengetahui Kualitas Udara yang Baik
Untuk mengetahui apakah udara di suatu tempat tergolong sehat atau tidak, para ahli biasanya mengacu pada kadar partikel PM2.5.
PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan bahkan ke aliran darah.
Menurut Piotr, kualitas udara dikatakan baik jika kadar PM2.5 berada di bawah angka 12.
Namun kondisi di Jakarta sering kali jauh di atas angka tersebut.
“Rata-rata Jakarta tahun lalu berada di atas 40. Pada musim kemarau bahkan bisa naik sampai 80–100, dan kadang-kadang bisa mencapai 200,” jelasnya.
Karena itu, pemantauan kualitas udara berbasis data menjadi sangat penting agar masyarakat dan pengelola gedung dapat mengetahui kondisi udara secara akurat.
Transparansi Data Jadi Kunci Pengelolaan Udara
Piotr juga menyoroti bahwa banyak perangkat pemurni udara yang beredar di pasaran belum memberikan informasi yang jelas kepada pengguna.
Sering kali indikator kualitas udara hanya ditampilkan dalam bentuk warna, tanpa penjelasan detail mengenai kondisi udara yang sebenarnya.
Menurutnya, transparansi data menjadi faktor penting dalam pengelolaan kualitas udara.
“Sering kali kita melihat air purifier yang indikatornya hanya berupa warna-warna, tetapi tidak jelas arti dari warna tersebut,” katanya.
Karena itu, sistem pemantauan udara yang berbasis data dan menampilkan angka PM2.5 secara langsung dinilai lebih membantu dalam memastikan kualitas udara yang sehat.
ecoCare Hadirkan Solusi Udara Bersih Berbasis Teknologi
Kesadaran akan pentingnya kualitas udara juga mendorong inovasi di sektor teknologi lingkungan.
Perusahaan ecoCare Group Company bersama Nafas resmi meluncurkan solusi baru bernama ecoCare Pure Air Powered by Nafas pada 13 Maret 2026 di Jakarta Design Center.
Kolaborasi ini menghadirkan sistem pengelolaan kualitas udara dalam ruangan yang menggabungkan teknologi filtrasi udara dan pemantauan berbasis data.
CEO ecoCare Group Company, Wincent Yunanda, mengatakan bahwa kualitas udara kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan.
Menurutnya, udara bersih tidak lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi menjadi investasi jangka panjang.
“Udara bersih bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan investasi strategis. Ketika kualitas udara terjaga, produktivitas meningkat, risiko kesehatan menurun, dan citra perusahaan ikut terangkat,” ujar Wincent.
Solusi Udara Bersih untuk Kantor hingga Rumah
Saat ini solusi pengelolaan kualitas udara tersebut banyak digunakan di berbagai sektor seperti:
-
Gedung perkantoran
-
Sekolah
-
Fasilitas publik
-
Gedung pemerintahan
Namun ke depan, teknologi tersebut juga berpotensi digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau segmen residential.
Menurut Wincent, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara membuat kebutuhan akan sistem udara bersih terus berkembang.
Selain itu, ecoCare juga mulai menjajaki kerja sama dengan pengelola gedung, developer properti, hingga fasilitas pemerintah.
Beberapa gedung strategis bahkan sudah mulai menggunakan sistem pengelolaan udara tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.
Kualitas Udara Jadi Isu Kesehatan Masa Depan
Dengan meningkatnya polusi udara di berbagai kota besar, kualitas udara diperkirakan akan menjadi salah satu isu kesehatan lingkungan yang semakin penting di masa depan.
Para ahli berharap pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran serta menerapkan solusi yang lebih efektif dalam menjaga kualitas udara.
Sebab pada akhirnya, udara bersih bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, produktivitas kerja, dan kualitas hidup secara keseluruhan. (nsp)