- Freepik/benzoix
Masuk Angin Menurut Sisi Medis: Gejala, Penyebab, dan Cara Aman Mengobatinya
tvOnenews.com - Istilah masuk angin merupakan salah satu kondisi kesehatan yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia.
Kondisi ini ditandai dengan tubuh terasa meriang, agak demam, tenggorokan tidak nyaman, pilek, batuk, pusing, sakit kepala, hingga perut terasa kembung.
Namun, bagaimana sebenarnya masuk angin jika dilihat dari sisi medis?
- Freepik/jcomp
dr. Sungandi Sansoso, melansir dari YouTube SB30Health, menjelaskan, dalam dunia kedokteran, masuk angin bukanlah diagnosis medis resmi. Tidak ada penyakit dengan nama “masuk angin” dalam istilah medis.
"Jadi, tidak ada diagnosa namanya ‘masuk angin’. Hanya saja gejala yang mirip seperti ini, gejala yang sudah saya sebutkan sebelumnya di sisi medis disebut common cold," ujarnya.
Gejala yang Sering Disebut Masuk Angin
Gejala common cold yang umum menurut penjelasan dr Sungandi di antaranya:
- Badan terasa tidak enak atau pegal
- Meriang atau demam ringan
- Pilek dan hidung tersumbat
- Batuk dan tenggorokan tidak nyaman
- Sakit kepala atau pusing
- Perut terasa kembung atau tidak enak
Gejala ini sering muncul saat daya tahan tubuh menurun, misalnya karena kurang tidur, kelelahan, atau setelah bepergian jauh.
Penyebab 'Masuk Angin' Menurut Medis
- Antara
Penyebab utama common cold adalah infeksi virus, bukan karena “angin” yang masuk ke tubuh. Virus mudah menyerang ketika sistem imun sedang lemah.
Namun, dr Sungandi menyebut, infeksi virus ini umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar 3 hingga 14 hari, tergantung kondisi tubuh masing-masing.
Apakah Kerokan dan Minyak Angin Boleh?
Salah satu cara alternatif untuk mengatasi masuk angin, banyak orang melakukan kerokan, menggunakan minyak angin, atau minum jamu saat merasa masuk angin.
Dari sisi medis, kerokan sebenarnya boleh saja dilakukan sebagai terapi tradisional, selama dilakukan dengan aman.
dr. Sungandi menyarankan agar tidak mengerok terlalu keras hingga menyebabkan lecet, luka, atau berdarah karena justru bisa memicu infeksi kulit.
Kerokan dapat memberi efek hangat dan membuat tubuh terasa lebih nyaman, tetapi tidak membunuh virus penyebab penyakit.