- Pixabay
Setelah Berhubungan Intim Tercium Bau Seperti Pandan, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?
BV adalah infeksi akibat ketidakseimbangan bakteri di vagina dan sering menimbulkan bau khas yang berbeda dari aroma alami wanita.
Untuk mencegah hal ini, disarankan agar pasangan menggunakan kondom saat berhubungan, terutama bila belum yakin dengan kebersihan dan kesehatan organ reproduksi masing-masing.
Penggunaan kondom dapat membantu menjaga pH vagina tetap stabil dan mengurangi risiko infeksi jamur atau bakteri.
Selain faktor pH dan kebersihan, gesekan selama hubungan intim juga bisa memicu perpindahan bakteri dari anus ke vagina, terutama jika tidak menjaga kebersihan dengan benar.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) yang ditandai dengan nyeri saat buang air kecil, sensasi terbakar, dan perubahan aroma pada area intim.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua aroma pada area kewanitaan menandakan masalah.
Vagina memang memiliki aroma alami yang khas dan ringan, yang bisa berubah tergantung kondisi hormon, makanan, atau tingkat stres.
Jika aroma yang muncul lembut dan tidak menyengat, biasanya hal ini normal.
Namun, bila bau yang tercium setelah berhubungan terasa tajam, amis, atau seperti jamur, serta disertai gejala lain seperti gatal, keputihan berlebihan, rasa perih, atau kering di area vagina, maka kondisi tersebut perlu diwaspadai.
“Bila bau pandan setelah berhubungan diikuti dengan rasa tidak nyaman, kemungkinan besar ada pertumbuhan jamur berlebih atau infeksi yang membutuhkan pengobatan,” jelas dr. Maria Silvia.
Ia menyarankan agar wanita yang mengalami gejala tersebut segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Umumnya, dokter akan memberikan obat antijamur atau antibiotik sesuai dengan penyebab infeksi. (adk)