- Cepi kurnia tvone
Alasan BPOM Menarik Produk Susu Formula Nestle dari Pasaran
Jakarta, tvonenews.com- Baru-baru ini badan pengawasan obat dan makanan indonesia (BPOM) mengeluarkan imbauan untuk masyarakat mengecek kembali susu formula nestle. Kabar ini sempat viral juga dimedia sosial.
Pengecekan susu formula nestle ini bagian dari langkah BPOM, memastikan kualitas susu formula bayi yang sudah dibeli masyarakat, apakah tercemar toksin cereulide atau tidak.
- Cepi kurnia tvone
Bagaimana hal ini diketahui?
Berdasarkan keterangan Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengungkapkan terdapat potensi cemaran toksin cereulide pada produk susu formula nestle S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi usia 0–6 bulan) dengan nomor izin edar: ML 562209063696 dan nomor batch: 51530017C2 dan 51540017A1.
Hal ini diketahui, setelah adanya notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) terkait adanya produk susu nestle yang diduga tercemar toksin cereulide.
Pihak BPOM menarik susu formula bayi nestle yang S-26 Promil Gold pHPro 1. Spesifiknya produk susu bayi usia 0 sampai 6 bulan ditarik dari pasaran.
"Untuk kehati-hatian, Badan POM sudah meminta supaya produk tersebut spesifik yang untuk 0-6 bulan itu ditarik," katanya dikutip dari Antara.
Reaksi Bayi Jika Minum Susu mengandung Toksin Cereulid
Lebih lanjut, kata Taruna, apabila ada bayi yang meminum susu formula tersebut akan mengalami muntah dan diare.
"kemudian ada gejala neurologisnya, misalnya anak itu kayak kurang sadar, kemudian ada gejala lain tentu adalah ada yang diare," jelasnya.
Meski demikian, Taruna mengungkapkan hingga kini belum terdapat adanya aduan masyarakat yang mengalami berbagai gejala tersebut.
"Tapi yang jelas dari pihak Nestlé yang sudah masih ada di gudang kita minta untuk dimusnahkan, kemudian yang sudah terkirim ke masyarakat untuk ditarik," sambung Taruna.
Sebagai tambahan informasi, toksin cereulide berasal dari Bacillus Cereus yang dapat menyebabkan anak muntah.
Berikut gejala keracunan toksin cereulide yang perlu dipahami para orang tua. Ketika anak terkontaminasi bakteri ini umum alami:
-Anak mengalami mual
-Anak mengalami muntah
-Anak mengalami diare
-Anak mengalami nyeri atau kram perut (cirinya anak sering menangis)
"Dengan menangis terus-menerus gelisah dan menolak makan," jelas dr Yohan Samudera, dokter spesialis gizi klinik kepada tvonenews.com, Rabu (14/1).(klw)