- Freepik/rorozoa
Apa Itu Virus Nipah? Penyakit Mematikan yang Kembali Muncul di India, Ini Faktanya
Di India sendiri, kasus pertama terdeteksi pada tahun 2001 di Benggala Barat, wilayah yang berbatasan dengan Bangladesh.
Salah satu penyebab utamanya dikaitkan dengan konsumsi getah kurma mentah yang terkontaminasi air liur kelelawar buah.
Tahun 2018, India kembali diguncang oleh wabah di negara bagian Kerala, dengan 17 korban meninggal dunia.
Kemudian pada 2023, dua kasus serupa kembali dilaporkan, memperkuat kekhawatiran akan potensi kebangkitan virus mematikan ini.
Meski belum ada laporan virus Nipah di Indonesia, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan makanan dan lingkungan, terutama pada anak-anak yang rentan tertular.
Menurut dr. Piprim, orang tua sebaiknya melarang anak-anak memakan buah yang sudah tergigit kelelawar, karena kemungkinan besar telah terkontaminasi virus.
"Buah yang bekas dimakan kelelawar bisa menularkan virus Nipah jika hewan itu terinfeksi,” ujarnya dalam webinar, Kamis (29/1/2026).
Piprim juga menambahkan, hingga saat ini belum ada vaksin maupun pengobatan spesifik untuk virus Nipah.
Karena itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan penyakit.
Ia menegaskan, menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan matang, dan menghindari kontak dengan hewan liar adalah cara utama untuk melindungi diri. (adk)