- dok.ilustrasi viva.co.id/U-report
Punya Maag atau GERD, Apakah Bisa Puasa Ramadhan? dr Zaidul Akbar Menjawab
Jakarta, tvOnenews.com- Puasa ramadhan menjadi kewajiban bagi umat muslim. Seseorang akan menahan diri dari makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
- YouTube/dr. Zaidul Akbar Official
Namun jika seseorang punya sakit Maag atau GERD. Apakah boleh puasa ramadhan? mengingat sakit itu keduanya menyerang pencernaan.
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan penyakit kronis yang menyerang saluran pencernaan yaitu lambung.
Diketahui, GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang. Dengan meliputi rasa panas terbakar di dada (heartburn), asam atau pahit naik ke mulut (regurgitasi), perut terasa kembung, mual, nyeri ulu hati, dan lainnya.
Sehubungan dengan sakit GERD, ahli kesehatan dr Zaidul Akbar mengatakan puasa bagi penderita Maag semacamnya sebenarnya tidak masalah. Berikut tips puasa bagi penderita maag atau tips puasa bagi penderita gerd.
- dok.ilustrasi viva.co.id/U-report
Sehingga puasa ramadhan 2026 ini, anda bisa tetap menjalankan ibadah wajib. Dengan beberapa catatan agar kondisi sakitnya tidak semakin parah.
"Ada beberapa saya baca,ternyata proses itu (puasa) mulai mencapai optimalnya itu ketika seseorang mengosongkan lambungnya selama 17 jam. Ketika 17 jam itu, tubuh sudah mulai melakukan semacam body cleansing, dimakan semua sel-sel rusak,” katanya dikutip dari Youtube dr Zaidul Akbar Official, Kamis (26/2).
Pendakwah Indonesia itu juga menegaskan agar penderita Maag atau GERD, memastikan dirinya makan terlebih dahulu sebelum puasa.
"Ada catatannya, catatannya anda harus setting dari awal agar tubuh tidak kelaparan,” jelas dr Zaidul
Kemudian kata dr Zaidul Akbar sebaiknya menghindari menu makanan yang berminyak, pedas dan digoreng karena akan memicu peningkatan asam lambung.
Selain itu, juga perlu hindari makanan terlalu cepat/buru-buru. Sebaiknya makan dengan lambat dikunyah secara baik.
Juga perhatikan, tidak makan secara berlebihan pada saat buka puasa maupun sahur untuk menghindari gangguan pencernaan.
Kemudian juga, bagi penderita maag tidak disarankan untuk tidur setelah makan