news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

dr Zaidul Akbar.
Sumber :
  • YouTube

Kapan Waktu Tepat Olahraga Saat Puasa? dr. Zaidul Akbar Bilang Jangan Asal Biar Nggak Lemas

dr. Zaidul Akbar jelaskan waktu terbaik untuk olahraga saat puasa agar tidak lemas dan dehidrasi. Simak panduannya agar tetap bugar di bulan Ramadhan.
Jumat, 27 Februari 2026 - 17:55 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Menjalankan ibadah puasa sambil tetap menjaga kebugaran tubuh tentu menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang.

Di satu sisi, tubuh butuh aktivitas fisik agar tetap bugar. Namun di sisi lain, olahraga yang tidak tepat waktu justru bisa memicu kelelahan dan bahkan membatalkan puasa.

Dalam hal ini, dr. Zaidul Akbar memberikan penjelasan tentang kapan waktu yang paling ideal untuk berolahraga saat berpuasa di bulan Ramadhan.

Menurut dr. Zaidul Akbar, prinsip utama dalam berpuasa adalah menjaga agar aktivitas lain tidak mengganggu jalannya ibadah, apalagi sampai membatalkannya.

“Jangan sampai aktivitas di luar puasa itu mengganggu, bahkan menyebabkan batalnya puasa. Itu kaidah dasarnya,” tegasnya dilansir dari YouTube pribadinya.

Ia menekankan bahwa olahraga termasuk kegiatan yang membutuhkan energi besar dan berpotensi menyebabkan tubuh kehilangan cairan.

Karena itu, waktu pelaksanaan olahraga saat berpuasa harus diatur dengan bijak agar tidak menimbulkan efek samping seperti dehidrasi, kelelahan, atau penurunan daya tahan tubuh.

“Kalau olahraganya betul-betul membuat berkeringat, ya saya sarankan dilakukan menjelang berbuka puasa saja,” ujar dr. Zaidul.

Menurutnya, waktu menjelang magrib merupakan saat terbaik untuk berolahraga intens, seperti jogging, bersepeda, atau senam yang memicu keluarnya keringat.

Alasannya sederhana, ketika tubuh mulai haus atau lelah akibat aktivitas fisik, waktu berbuka sudah dekat, sehingga cairan dan energi yang hilang bisa segera digantikan dengan makanan dan minuman.

“Kalau dilakukan siang hari atau pagi dengan olahraga berat, tubuh bisa kelelahan dan haus, padahal belum waktunya berbuka. Itu justru bisa merusak esensi puasa,” jelasnya.

Namun, dr. Zaidul Akbar juga memahami bahwa sebagian orang memiliki kebiasaan olahraga pagi.

Untuk kondisi ini, ia menyarankan agar aktivitas fisik di pagi hari tetap dilakukan, tetapi dalam bentuk yang lebih ringan.

“Kalau tetap ingin olahraga, bisa dilakukan pagi hari setelah salat Subuh, setelah dzikir pagi, atau waktu Syuruk,” katanya.

Olahraga ringan yang dimaksud seperti jalan kaki santai, peregangan (stretching), atau aktivitas yang tidak membuat tubuh cepat haus dan lapar.

Aktivitas semacam ini justru bermanfaat untuk menjaga sirkulasi darah dan menjaga kebugaran tanpa menguras energi berlebihan.

Selain soal waktu, dr. Zaidul juga menekankan pentingnya menyesuaikan jenis olahraga dengan kondisi tubuh masing-masing.

Ia mengingatkan agar tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat jika tubuh terasa lemah.

Menurutnya, puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih keseimbangan fisik dan mental.

“Jangan sampai karena ingin sehat malah puasa jadi berat,” tuturnya.

Tubuh yang terlalu dipaksa untuk berolahraga berat dalam keadaan berpuasa justru bisa kehilangan fungsi optimalnya karena kekurangan cairan dan elektrolit.

Dr. Zaidul juga mengingatkan bahwa puasa sendiri sebenarnya sudah menjadi bentuk detoksifikasi alami bagi tubuh.

Proses metabolisme saat berpuasa membuat organ pencernaan beristirahat, dan tubuh membersihkan diri dari zat-zat berlebih.

Maka, olahraga ringan cukup untuk membantu proses tersebut tanpa perlu aktivitas ekstrem. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral