- ANTARA
Makanan Kaya Magnesium Disebut Cegah Kram Otot Selama Puasa, Mitos atau Fakta?
tvOnenews.com - Selama menjalani ibadah puasa, banyak orang mengeluhkan rasa kram otot, terutama di bagian kaki, betis, atau tangan.
Kondisi ini biasanya muncul akibat perubahan pola makan dan berkurangnya asupan cairan serta mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Salah satu mineral yang kerap disebut berperan dalam mencegah kram otot adalah magnesium.
Namun, benarkah makanan tinggi magnesium bisa membantu mengurangi kram otot saat berpuasa?
Dalam penjelasan di kanal YouTube pribadinya, dr. Tirta Mandira Hudhi membenarkan bahwa magnesium memang memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otot dan saraf selama tubuh berpuasa.
“Betul, contohnya apa magnesium? Kurma, daging merah, ikan. Jadi magnesium itu terdapat pada beberapa komponen serat buah dan daging-dagingan,” ujar dr. Tirta.
Ia menjelaskan bahwa magnesium tidak hanya membantu mencegah kram otot, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas tidur.
“Magnesium dan T3 itu bagus buat menunjang deep sleep yang bagus, karena magnesium juga berperan pada aktivitas otak,” tambahnya.
- YouTube/@TirtaPengPengPeng
Menurut dr. Tirta, selama berpuasa, kadar elektrolit tubuh seperti magnesium, kalium, dan natrium bisa menurun karena berkurangnya asupan cairan dan makanan dalam jangka waktu lama.
Itulah sebabnya, tubuh menjadi lebih rentan mengalami kram, rasa lelah, dan gangguan tidur.
Magnesium bekerja dengan cara membantu mengatur kontraksi otot dan menjaga keseimbangan mineral lain dalam tubuh.
Jika kadar magnesium terlalu rendah, otot bisa berkontraksi secara tidak terkendali, inilah yang menyebabkan sensasi kram.
Beberapa jenis makanan yang kaya magnesium antara lain kurma, alpukat, ikan, dan daging merah.
Kombinasi ini bisa menjadi pilihan ideal untuk menu berbuka atau sahur.
Kurma, misalnya, tidak hanya menjadi sunnah untuk berbuka, tetapi juga mengandung serat, kalium, dan magnesium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh setelah seharian berpuasa.
Selain itu, alpukat juga dikenal sebagai sumber magnesium alami yang membantu meredakan stres otot dan memperbaiki fungsi saraf.
Kandungan lemak sehat dalam alpukat pun bermanfaat untuk menjaga energi tubuh tetap stabil.
Sedangkan ikan, seperti salmon dan tuna, mengandung asam lemak omega-3 yang mendukung kesehatan jantung sekaligus memperkuat sistem saraf.
Namun, dr. Tirta mengingatkan agar asupan magnesium tetap dikonsumsi secukupnya, karena segala sesuatu yang berlebihan justru dapat berdampak negatif.
“Makanya aku bilang secukupnya saja. Kurang enggak boleh, berlebihan juga enggak boleh, karena kalau berlebihan jadinya kristal,” jelasnya.
Kondisi yang dimaksud adalah penumpukan magnesium atau kalsium dalam tubuh yang bisa memicu gangguan ginjal dan metabolisme.
Selain dari makanan alami, magnesium juga bisa didapat dari suplemen, terutama bagi orang yang mengalami kekurangan mineral ini.
Namun, dr. Tirta menegaskan bahwa sumber terbaik tetap berasal dari makanan utuh yang kaya nutrisi dan alami.
Untuk mencegah kram otot selama puasa, ia menyarankan pola makan yang seimbang antara protein, serat, dan mineral, serta cukup minum air putih saat sahur dan berbuka.
Hindari pula makanan tinggi natrium seperti gorengan atau makanan cepat saji, karena bisa menyebabkan dehidrasi dan memperburuk kondisi otot. (adk)