- Gemini AI
Minum Kopi Saat Puasa Nggak Masalah, Asal Tambahkan Satu Bahan Ini Biar Kenyang Lebih Lama
tvOnenews.com - Bagi sebagian orang, segelas kopi menjadi penyemangat hari termasuk saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Namun, muncul pertanyaan, apakah minum kopi saat puasa aman dan tidak membuat tubuh cepat lemas atau dehidrasi?
Menurut Ade Rai, minum kopi saat puasa justru bisa memberikan manfaat, asalkan dikonsumsi dengan cara yang benar dan dikombinasikan dengan bahan yang tepat.
Dalam wawancaranya di program One on One, Ade Rai menjelaskan bahwa kopi atau teh sebenarnya bukanlah masalah utama.
Yang perlu diperhatikan adalah kandungan tambahan dalam minuman tersebut.
“Permasalahannya bukan kopi dan teh. Permasalahannya adalah yang disebut liquid calories, kalori cair dari karbohidrat yang ditambahkan,” ujarnya.
Menurut Ade Rai, banyak orang keliru karena menambahkan gula, sirup, atau susu kental manis ke dalam kopi mereka, padahal bahan-bahan tersebut bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat dan membuat tubuh justru lebih mudah lapar.
"Makanya yang dihindari adalah sirup, soft drink, dan berbagai minuman yang melibatkan karbohidrat, karena itu bukan ide baik,” jelasnya.
Sebaliknya, bagi yang ingin tetap menikmati kopi saat sahur atau menjelang berbuka, Ade Rai menyarankan untuk mengombinasikan kafein dengan lemak sehat.
“Kalau teman-teman mau konsumsi kopi atau teh tanpa gula, bagus. Tapi kalau mau puasa tahan lebih lama, bisa kombinasikan kafein dengan lemak,” katanya.
Beberapa kombinasi yang disarankan Ade Rai antara lain;
- Kopi dengan susu full cream, karena mengandung lemak alami yang membantu tubuh tetap kenyang.
- Kopi dengan almond milk, susu nabati rendah gula yang kaya lemak sehat.
- Kopi dengan butter atau minyak kelapa (MCT oil), kombinasi ini dikenal dalam dunia kebugaran sebagai bulletproof coffee, yang membantu menjaga energi stabil selama berpuasa.
Kombinasi kafein dan lemak, kata Ade Rai, dapat memperlambat penyerapan kafein di tubuh, membuat efeknya lebih stabil dan tahan lama tanpa memicu lonjakan gula darah.
“Itu memungkinkan untuk tidak terjadi lonjakan gula darah tapi bisa kenyangnya lebih lama. Ini strategi yang banyak orang lakukan,” tambahnya.