- dok.kolase tvOnenews.com /tangkapan layar Youtube alodokter/Gemini AI
Flu Singapura Bisa Menyerang Orang Dewasa, Dokter: Segera Periksakan
Jakarta, tvOnenews.com- Secara umum sakit flu dianggap biasa bagi kebanyakan orang karena cuma bersin dan batuk. Berbeda dengan flu singapura yang tengah merebak di Indonesia.
Flu singapura biasa disebut secara media sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), yaitu penyakit infeksi virus yang mudah menular.
Pada kasus flu Singapura dikatakan bisa menyebabkan seseorang dehidrasi sampai muncul ruam hingga bintil merah berair di telapak tangan atau kaki dan gejala lainnya.
- dok.kolase tvOnenews.com/ilustrasi dari Gemini AI
Menurut Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama kalau ada tanda bahaya yang perlu diwaspadai orang tua. Tujuannya bisa mencegah penyakit flu singapura ini menjadi lebih berat pada anak atau orang dewasa.
"Tanda bahaya yang perlu diwaspadai, bisa segera dibawa ke rumah sakit saat anak tmpak sangat lemas. Tidak mau minum hingga berisiko dehidrasi, atau anak alami kejang, sesak napas, mengantuk terus sampai kehilangan kesadaran serta tangan dan kaki dingin," jelasnya, kepada tvonenews.com, Rabu (1/7).
Imbauan Segera Bawa ke Dokter
Sehubungan dengan kasus flu burung yang kini meluas sampai Kalimantan, para orang tua diharapkan bisa memahami gejala flu Singapura. Pasalnya ini bukan flu biasa.
Sakit flu singapura bisa sembuh dalam waktu kurang lebih seminggu atau 7 hari lebih, kalau anak dirawat dengan perawatan suportif. Bisa mempercepat masa penyembuhan.
"Sebagian besar anak akan sembuh dalam 7–10 hari dengan perawatan suportif, asalkan kebutuhan cairan tetap terpenuhi dan tanda bahaya dikenali lebih awal," pesan dr. Ngabila.
Dengan begitu, diimbau bisa dibawa ke Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan terdekat. Menurut kepala seksi surveilans epidemiologi dan imunisasi di Dinas Kesehatan DKI Jakarta ini, tidak menyepelekan gejala flu Singapura pada anak.
Pasalnya, jumlah kasua di Sumatra Selatan jumlahnya mencapai 523 kasus, dan Kalimantan sekitar 5 atau 7 kasus sepanjang Mei sampai akhir Juni 2026.
"Jangan menunggu anak menjadi sangat lemas. Jika muncul demam disertai sariawan dan ruam pada tangan atau kaki, segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan sejak dini," ungkapnya.
Sejauh ini kasus meningkat di wilayah Sumatra Selatan dengna 523 kasus suspek, diketahui banyak menjangkit anak-anak.