news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

TPA Jatiwaringin.
Sumber :
  • Istimewa /viva.co.id

Dokter Ingatkan Bayi sampai Lansia Waspada Asap TPA Jatiwaringin: Sementara Pindah

Sempat heboh kebakaran TPA Jatiwaringin terbakar. Kini kondisinya masih sudah dalam tahap pendinginan.
Minggu, 12 Juli 2026 - 15:50 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Di tengah status darurat kebakaran TPA Jatiwaringin yang berlaku sampai 14 Juli 2026. Ahli kesehatan ingatkan bahaya asap untuk bayi sampai orang tua.

TPA Jatiwaringin Kebakaran, Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat
Sumber :
  • Azmi Samsul M.-Antara

Sejauh ini, kondisi TPA Jatiwaringin masih sudah dalam tahap pendinginan. Menurut Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid kebencanaan akan tetap berlaku selama 14 hari.

Langkah ini sebagai langkah penuntasan pengendalian kebakaran oleh petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerau (BPBD) setempat.

"Sesuai arahan BNPB, kami masih akan melakukan penyiraman dalam upaya pembahasan kepada seluruh lokasi-lokasi yang ada di TPA Jatiwaringin," katanya.

Lebih lanjut, katanya saat ini kondisi kebakaran dengan beberapa titik api di luasan 15 hektare telah berhasil dipadamkan hingga 100 persen, dimana pengendalian api dilakukan setelah berlangsung 10 hari.

"Setelah dilakukan survei di seluruh lokasi, baik sektor barat maupun timur hingga ke puncak timbunan, Alhamdulillah, sudah tidak ditemukan lagi asap dan api," jelas Bupati Tangerang dalam antara, Minggu (12/7).

Pesan Praktisi Kesehatan Masyarakat 

Sehubungan dengan kondisi ini, Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama mengatakan untuk masyarakat lebih waspada, terlebih pada bayi dan usia lanjut (lansia).

Sejumlah warga tengah beristirahat di pengungsian di Kantor Balai Desa Tanjakan Mekar, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Mauk.
Sumber :
  • ANTARA/Azmi Samsul M

Pasalnya, asap kebakaran TPA Jatiwaringin tidaklah sehat untuk kesehatan. Apalagi terpapar dalam waktu lama.

"Kebakaran tempat pembuangan sampah menghasilkan asap yang mengandung partikulat halus (PM2.5), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida, sulfur dioksida, serta berbagai zat kimia berbahaya," katanya kepada tvOnenews.com, Minggu (12/7).

"Jika yang terbakar mengandung plastik, karet, atau limbah tertentu, asap juga dapat mengandung dioksin, furan, dan senyawa organik volatil (VOC) yang berisiko bagi kesehata," sambungnya. 

Dengan begitu, dr. Ngabila Salama mengatakan lebih baik warga sekitar segera mengungsi ke tempat yang lebih bersih, juga bebas asap.

"Kelompok yang harus lebih waspada ada Bayi dan balita, Ibu hamil, Lansia, dan Penderita asma, PPOK, penyakit jantung, atau penyakit paru lainnya.

"Ikuti informasi dari pemerintah daerah dan petugas terkait. Bila memungkinkan, sementara waktu pindahkan kelompok rentan ke lokasi dengan kualitas udara yang lebih baik hingga kebakaran benar-benar padam dan asap menghilang," pesan Praktisi Kesehatan Masyarakat itu.

Sebagai tambahan, proses pendinginan pada sejumlah titik kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, sudah dalam pengendalian kebencanaan selama 11 hari.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, mengatakan hijgha Sabtu (11/7) petugas melanjutkan proses pendinginan di lokasi. 

Tujuannya mencegah munculnya kembali titik api maupun kepulan asap. Sampah yang mengandung banyak kandungan bisa membahayakan kesehatan. 

"Pemadaman lewat darat yang dilakukan Unit Damkar BPBD tetap dilakukan penyiraman dibantu petugas DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) dalam upaya mengantisipasi jangan ada lagi timbul api atau asap baru selama empat hari ke depan," kata Achmad.(klw)

    

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral