- Pixabay/VugarAhmadov
Gluten-Free Makin Populer, Apakah Orang Indonesia Perlu Menghindarinya?
Selain itu, Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa orang yang menjalani diet bebas gluten umumnya juga mengurangi konsumsi makanan ultra-proses seperti roti, biskuit, kue, atau makanan cepat saji.
Perubahan pola makan inilah yang sering kali membuat kondisi tubuh terasa lebih baik, bukan semata-mata karena menghilangkan gluten.
Apakah diet bebas gluten lebih sehat?
Jawabannya belum tentu. Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa produk bebas gluten tidak otomatis lebih bergizi. Bahkan, sebagian produk gluten-free mengandung gula, lemak, atau kalori yang lebih tinggi untuk mempertahankan teksturnya.
Sementara itu, Harvard T.H. Chan School of Public Health mengingatkan bahwa orang yang tidak memiliki penyakit celiac atau gangguan terkait gluten justru berisiko mengalami kekurangan serat, vitamin B, dan zat besi apabila menjalani diet bebas gluten tanpa perencanaan gizi yang baik.
Gluten bukanlah zat yang berbahaya bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Protein ini hanya perlu dihindari oleh kelompok tertentu, seperti penderita penyakit celiac, alergi gandum, atau sensitivitas gluten yang telah ditegakkan diagnosisnya oleh tenaga medis.
Di sisi lain, meningkatnya konsumsi gandum di Indonesia membuat para peneliti menilai perlunya penelitian yang lebih luas mengenai penyakit celiac dan gangguan terkait gluten pada populasi Indonesia.
Hingga data tersebut tersedia, keputusan menjalani diet bebas gluten sebaiknya didasarkan pada diagnosis medis, bukan sekadar mengikuti tren di media sosial.