news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

WASPADA! BMKG Ingatkan El Nino Bertahan hingga 2027, Kekeringan dan Risiko Penyakit Mengintai.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/am.

WASPADA! BMKG Ingatkan El Nino Bertahan hingga 2027, Kekeringan dan Risiko Penyakit Mengintai

BMKG memprediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027 dengan potensi kemarau lebih kering. Ancaman karhutla hingga dampak kesehatan perlu diwaspadai. Ancaman cuaca ekstrem
Kamis, 30 Juli 2026 - 17:15 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Ancaman cuaca ekstrem belum berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan fenomena El Nino diperkirakan masih akan bertahan hingga awal kuartal I tahun 2027. 

Kondisi tersebut berpotensi membuat musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut, penguatan El Nino perlu diantisipasi karena dapat memicu berbagai dampak lanjutan, mulai dari meningkatnya risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan suhu panas dan kualitas udara yang menurun. 

Pemerintah pun memperkuat langkah mitigasi, termasuk operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah rawan.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/7/2026), Teuku Faisal mengatakan fenomena El Nino juga berpotensi bersamaan dengan munculnya Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada periode September hingga Desember 2026.

"Informasi iklim ini sejalan dengan prediksi BMKG, dimana fenomena El Nino diproyeksikan bertahan hingga awal 2027 dan memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normal," kata Teuku Faisal.

El Nino Berpotensi Perpanjang Musim Kemarau 2026

BMKG mencatat hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah daratan Indonesia telah memasuki periode musim kemarau.

Wilayah yang mulai mengalami kemarau mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dengan puncak musim kemarau yang dominan terjadi pada Agustus dan September 2026.

Direktorat Klimatologi BMKG memprediksi sebanyak 437 ZOM akan mengalami periode kemarau yang lebih panjang dibandingkan rata-rata normal. Situasi ini menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan terhadap sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga aktivitas masyarakat.

Selain itu, kondisi kering yang berlangsung lebih lama juga meningkatkan potensi munculnya titik panas. BMKG mencatat hingga akhir Juli 2026 telah terdeteksi sekitar 4.900 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

"Ancaman kekeringan ekstrem ini berimplikasi langsung pada tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dimana BMKG mencatat telah muncul 4.900 titik panas hingga akhir Juli 2026," ujar Teuku Faisal.

Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memicu persoalan kesehatan akibat paparan asap. 

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak berisiko mengalami gangguan pernapasan seperti batuk, iritasi mata, sesak napas, hingga memburuknya kondisi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru.

Cuaca Panas dan Kekeringan Bisa Ganggu Kesehatan Masyarakat

Fenomena El Nino membuat curah hujan berkurang dan suhu udara cenderung meningkat. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap kesehatan apabila masyarakat tidak melakukan langkah pencegahan.

Paparan panas berlebih dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga kondisi lebih serius seperti heat stroke

Risiko ini meningkat bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama saat suhu mencapai puncaknya pada siang hari.

Selain itu, berkurangnya kualitas udara akibat debu dan asap kebakaran hutan dapat memperburuk gangguan saluran pernapasan. 

Penderita asma, penyakit paru kronis, serta kelompok usia rentan perlu mendapatkan perhatian lebih selama periode kemarau panjang.

Masyarakat juga diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, mengurangi aktivitas berat ketika cuaca sangat panas, menggunakan pelindung seperti masker saat kualitas udara memburuk, serta memastikan ketersediaan air bersih.

BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca Cegah Dampak El Nino

Menghadapi potensi kemarau panjang, BMKG memperkuat langkah mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Program tersebut dilakukan terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap karhutla dan kekeringan.

Beberapa daerah yang menjadi fokus operasi antara lain Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Riau, serta posko pendukung yang dipusatkan di Jawa Barat.

Menurut Teuku Faisal, upaya mitigasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Sinergi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan dampak kekeringan maupun karhutla, termasuk melalui pemadaman darat serta rekayasa cuaca untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.

Dengan prediksi El Nino yang masih berlangsung hingga 2027, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem. 

Selain ancaman terhadap lingkungan dan sumber daya air, dampaknya terhadap kesehatan menjadi persoalan yang perlu diperhatikan selama periode kemarau panjang. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
06:32
14:06
02:17
05:10
05:19

Viral