- Ilustrated by ChatGPT
Jangan Abaikan! 7 Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Kesehatan, Warga di Wilayah Terdampak Harus Waspada
4. Mengiritasi Mata
Mata merupakan salah satu bagian tubuh yang rentan terkena dampak abu vulkanik. Partikel abu dapat masuk ke mata dan menyebabkan iritasi serta rasa tidak nyaman.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak mengucek mata apabila terkena abu. Sebaiknya mata dibersihkan dengan hati-hati menggunakan air.
Saat harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan pelindung mata atau *goggles* untuk mengurangi risiko paparan.
5. Menyebabkan Iritasi pada Kulit
Selain mata dan saluran pernapasan, abu vulkanik juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
Partikel abu dapat menempel pada permukaan tubuh dan pakaian setelah seseorang beraktivitas di luar ruangan. Oleh sebab itu, Kemenkes menyarankan masyarakat mengenakan pakaian tertutup untuk meminimalkan kontak langsung dengan abu.
Setelah beraktivitas di luar rumah, masyarakat juga dianjurkan segera membersihkan tubuh dan mengganti pakaian.
6. Memperburuk Kondisi Asma dan PPOK
Paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian khusus bagi penderita penyakit pernapasan kronis, termasuk asma dan PPOK.
Kemenkes memasukkan penderita asma dan PPOK sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap dampak paparan abu vulkanik. Partikel yang terhirup dapat memperburuk gangguan pada saluran pernapasan dan memicu keluhan yang lebih serius.
Karena itu, penderita penyakit pernapasan disarankan untuk sebisa mungkin mengurangi paparan abu vulkanik dan memperhatikan kondisi kesehatannya.
7. Berisiko Memicu Gangguan Kardiopulmonal
Partikel halus PM2,5 yang terdapat di udara juga menjadi perhatian Kemenkes. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu inflamasi.
Paparan partikel tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kardiopulmonal. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk akibat sebaran abu vulkanik.
Cara Melindungi Diri dari Paparan Abu Vulkanik
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan ketika terjadi paparan abu vulkanik. Pintu dan jendela sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat membuat abu kembali beterbangan.
Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, Kemenkes menganjurkan penggunaan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau masker setara. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan sementara apabila masker tersebut belum tersedia.